MANGUPURA, radarbali.id - Dampak cuaca ekstrem membuat Pantai Kuta dan sekitarnya mengalami abrasi yang semakin parah.
Selasa (26/3) kondisi abrasi Pantai Kuta makin parah. Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR akan melakukan penanganan abrasi pantai itu.
Danang Raditya selaku PPK Sungai Pantai II BWS Bali- Penida tak menampik bahwa Pantai Kuta dan sekitarnya telah terjadi abrasi.
Pihaknya juga sudah merancang untuk melakukan penanganan abrasi di sepanjang Pantai Seminyak, Legian dan Kuta.
“Sekarang dalam proses lelang, dengan sumber dana berasal dari dana loan atau pinjaman luar negeri yakni JICA (Jepang). Berdasarkan jadwal, paling cepat di bulan Juni 2024, kegiatan konstruksi dimulai,” jelas Danang Raditya dikonfirmasi, kemarin.
Lebih lanjut, nilai pagu lelang untuk penanganan abrasi itu sekitar kurang lebih Rp 230 miliar. Pihak BWS Bali- Penida juga telah melakukan koordinasi dengan Pemkab Badung dalam penanganan abrasi itu. “Sosialisasi juga kami sudah lakukan,” terangnya.
Setelah lelang selesai, baru kemudian bisa dilanjutkan untuk pengerjaan/konstruksinya. Teknis pengerjaan abrasi di Pantai Seminyak, Legian dan Kuta ini diantaranya pengisian pasir dan struktur pengamanan pantai.
Yakni ada distribusi pasir dengan menggunakan kapal khusus. Pengambilan pasir dilakukan di tengah laut wilayah Jimbaran dan Tanjung benoa. Pengerukan pasir sudah melalui kajian teknis yang memungkinkan pasirnya diambil.
“Konsepnya konservasi pantai, mengembalikan pantai berpasir. Pantai abrasi yang pasir hilang kita isi pasir agar se alami mungkin,” jelasnya.
Selain itu beberapa ruas juga memerlukan struktur keras seperti membuat breakwater baru atau pemecah gelombang dan modifikasi breakwater.***
Editor : M.Ridwan