MANGUPURA, Radarbali.id - Keheningan menyambut ketika Tim Radar Bali mendatangi rumah duka Rektor Universitas Udayana Periode 2021-2023, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU., Kamis 8 Agustus 2024 di Banjar Tengah Kaler, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Badung.
Nampak beberapa sanak keluarga dan rekan Prof. Antara tengah berkabung di salah satu balai adat yang sudah diselimuti wastra atau kain. Karangan bunga pun satu persatu datang ke rumah duka.
Istri dari Prof. Antara, Dayu Bulan Antara menyambut ramah para wartawan yang datang dan menceritakan kenangannya bersama sang suami semasa hidup. ”Dia sebagai dosen, dia memang orangnya energik seperti itu. Kegiatan di rumah juga seperti biasa sebelum kasus ini. Orangnya kan seperti itu memang, semangat bekerja keras,” kenangnya.
Setelah kembali aktif mengajar di kampus, Dayu Bulan mengaku tak ada yang aneh dari suaminya. Ia tetap aktif memeriksa hasil ujian mahasiswanya dan merasa senang bisa bertemu lagi dengan mereka.
Ia juga masih menengok anak-anaknya yang kini berada di Denpasar. Tak hanya itu, selama ini ia dan sang suami memang menerapkan pola hidup sehat. ”Dia itu olahraganya nomor satu. Saya juga kebetulan matching sama dia di olahraga,” sambungnya.
Semasa hidupnya, Prof. Antara masih sering gowes atau bersepeda, hingga jogging. Begitupun dengan pola makannya yang sehat. ”Kemudian ‘aduh kita berkebun saja di desa’ katanya. Ya pulang ke sini. Jadi dia hari-hari terakhirnya di rumah Mengwi di sini,” tuturnya.
Namun di tengah hari-hari normalnya, Prof. Antara mulai merasakan sakit kerongkongan pada hari Sabtu (3/8) lalu. Kemudian pada hari Minggu (4/8), keluhannya bertambah dengan mulai diare. ”Jadi ini seperti tidak masuk akal, tiba-tiba saja dia langsung drop seperti ini. (Sebelumnya, red) tidak ada yang aneh,” kata Dayu Bulan.
Akhirnya Prof. Antara masuk RSD Mangusada dan opname di Ruang Legong. Ketika anemia juga sudah dilakukan transfusi darah. ”Tapi Hb-nya malah turun. Beraknya itu lengket, hitam. Dia sudah bilang ga kuat lagi untuk melanjutkan proses pengobatan dengan kondisi seperti tadi. Sudah semakin drop,” sambungnya.
Di tengah perawatan yang dijalani, Prof. Antara terpaksa merayakan ulang tahunnya ke-60 pada Rabu (7/8) lalu RSD Mangusada. Bahkan beberapa rekan kerjanya juga sempat membesuk.
Baca Juga: Civitas Akademika Unud Berikan Penghormatan Terakhir untuk Prof. Antara
Setelahnya, Prof. Antara mengembuskan napas terakhir pada pukul 07.20 Wita kemarin (8/8). Diakuinya sanak saudara juga masih susah untuk mengikhlaskan almarhum.
”Saya yang paling susah, paling berat. Tapi apa yang bisa dikata, kita hanya bisa berencana sehat berdua sampai tua. Tapi nasib berkata lain,” ungkapnya sembari menahan tangis dan berusaha untuk tetap tegar.
Meski sulit, Dayu Bulan tetap berusaha untuk tegar dan menjalani seluruh proses upakara sang suami. Dikabarkannya Prof. Antara akan disemayamkan di Rumah Duka Kertha Semadi mulai hari ini (9/8).
Pasalnya, masih ada perbaikan Pura Dalem yang akan selesai pada bulan Desember 2024 mendatang. Sehingga jenazah tidak diizinkan untuk dibawa ke Desa Gulingan. ”Kremasinya hari Senin siang di Bedha, Tabanan namun disemayamkan di Kertha Semadi, melayat (dilakukan, red) ke sana,” ujarnya. ***
Editor : Made Dwija Putera