Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tahun 2025, Perumda Air Minum Tirta Mangutama Optimistis Pelanggan Badung Selatan Terlayani 24 Jam, Rancang Pengolahan Air Laut dan Air Kemasan

Made Dwija Putera • Kamis, 19 Desember 2024 | 03:42 WIB
GATHERING: Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung saat menggelar media media gathering di Seminyak, Kuta, Rabu (18/12/2024)
GATHERING: Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung saat menggelar media media gathering di Seminyak, Kuta, Rabu (18/12/2024)

MANGUPURA, Radarbali.id- Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung meningkatkan strategi dari hulu hilir untuk memberikan layanan yang terbaik bagi pelanggan. Bahkan, pada 2025 pelanggan air minum di Badung Selatan bisa mendapat layanan 24 jam.

Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung Made Suarsa menerangkan, strategi untuk bisa memberikan pelayanan paripurna, pihaknya tengah menggenjot strategi dari hulu ke hilir.

Mulai dari suplai air baku, jaringan distribusi atau perpipaan, serta penambahan peralatan baik secara kuantitas maupun kualitas. ”Kami optimistis 2025, pelanggan Badung Selatan bisa terlayani 24 jam,” ujarnya saat menggelar media gathering Seminyak Kuta yang juga dihadiri dihadiri Dirut Wayan Suyasa, Dirum Made Sugita, kepala bagian, serta pejabat Perumda lainnya, Rabu (18/12/2024).

Menurutnya, dari sisi air baku, Perumda telah memohon agar bisa memanfaatkan air Tukad Mati 200 liter per detik. ”Saat ini, kami tengah mengajukan izin untuk memanfaatkan air Tukad Mati sehingga suplai air baku tercukupi,” tegasnya.

Selain itu, juga merancang pengolahan air laut sebagai sumber air baku. Dia memberi catatan, pengolahan air laut sebagai air baku Perumda, memerlukan biaya lebih mahal. Karena itu, dia mengalokasikan air yang diolah dari air laut ini untuk dunia usaha dengan tarif keekonomian. Selanjutnya, air permukaan akan dialokasikan untuk pelanggan rumah tangga

Selain air baku, mengupayakan peremajaan jaringan distribusi atau perpipaan. Saat ini sudah dirancang pemasangan pipa bawah laut untuk mengalirkan air ke wilayah Badung Selatan. Hal ini dilakukan karena sejumlah jaringan sudah perlu peremajaan. ”Saat ini di Estuari Dam masih ada air idle (belum dimanfaatkan, red). Jika dipaksakan dialirkan, pipa berpeluang meledak atau pecah. Selain karena kapasitas kecil, pipa yang ada banyak yang sudah uzur sehingga perlu peremajaan,” jelasnya.

Perumda juga tengah membangun sejumlah reservoir untuk menampung air sebelum disalurkan ke pelanggan. ”Reservoar ini dalam tahap pembangunan ada di wilayah Badung Selatan, ada juga di Puspem Badung,” tegasnya.

Dari segi peralatan, tegasnya, memerlukan pompa untuk mengangkat air sehingga bisa sampai di rumah-rumah pelanggan yang ada di ketinggian. ”Selain jumlah, tentu peralatan yang dibutuhkan menyangkut kualitas. Ini semua untuk pelayanan paripurna kepada pelanggan dan kami prediksi pada 2025, pelanggan di Badung Selatan bisa terlayani selama 24 jam,” tegasnya lagi.

Sementara  Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung Wayan Suyasa menginformasikan anak perusahaan Perumda yakni PT Badung Hebat Jaya yang memproduksi air minum dalam kemasan dengan label Bali’s. Menurut rencana, produk air minum dalam kemasan akan di-launching pada akhir Januari 2025. ”Ya kami berharap produk ini bisa menembus pasar di Indonesia Timur,” pungkasnya. ***

 

 

Editor : Made Dwija Putera
#air kemasan #Pengolahan Air #pelanggan pdam #perumda tirta mangutama