BANDUNG, radarbali.id – Pecah rekor. Begitulah kata yang disematkan untuk Persib Bandung ketika mampu memenangkan laga dengan skor meyakinkan, 3-0 saat menghadapi Bali United di kandangnya, Stadion Si Jarak Harupat pada Sabtu malam (18/5/2024).
Penantian panjang sejak tahun 2017 ini pun dibayar lunas, sekaligus membawa Persib menuju babak final Championship Series musim 2023/2024 dengan agregrat 4-1.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak kembali berhasil menerapkan straeginya dalam laga yang dihadiri oleh ribuan bebotoh -julukan fans Persib Bandung- di laga krusial tersebut.
Di mana, membiarkan para pemain Bali United dominan penguasaan bola namun minim dalam menciptkan peluang. Strategi ini sama halnya saat leg pertama di Training Center Bali United sebelumnya.
Statistik mencatat, Bali United mampu menguasai penguasaan bola 61 persen berbanding 39 persen milik Persib Bandung. Namun dari segi peluang, David da Silva dkk berhasil menciptakan 5 kesempatan gol dengan 5 tembakan ke arah gawang.
Tiga antaranya berhasil menjadi gol yang diciptakan Ciro di menit 31, Haryadi di menit 39 dan Febryansyah di menit 70.
Sementarta itu, Bali United yang dominan memegang bola hanya mampu menciptakan satu peluang kesempatan gol dan itu pun gagal dikonversi menjadi gol.
Banyaknya kesalahan individu dengan mengotak ngatik bola di garis pertahanan sendiri inilah yang dimanfaatkan para pemain Persib untuk mengoyak gawang Adilson Maringa dengan dua gol dan M. Ridho yang menggantikan Maringa di menit 56 dengan 1 gol lagi.
Pelatih asal Kroasia tersebut tampaknya sudah memahami gaya permainan Bali United yang hanya mengandalkan serangan dari para pemain sayapnya serta long ball yang kerap dilakukan Ricky Fajrin dkk itu juga mudah dipatahkan oleh para pemain Persib, terutama pada pemain bertahannya yang bermain sangat displin.
“Menurut saya, kami pantas untuk melaju ke final karena hari ini kami memiliki lebih banyak peluang. Tapi pada akhirnya kami bisa mencetak gol dan itu yang jadi pembeda. Kami pantas lolos ke final,” kata pelatih berkepala pelontos ini usai pertandingan tersebut.
Kepiwaian Hodak memanfaatkan kelemahan Bali United ini pun membuat Stefano “Teco” Cugurra hanya gigit jari. Strategi yang dilakukan oleh pelatih asal Brasil ini tak mampu membuat timnya berhasil untuk menciptakan banyak peluang.
Bahkan, Ia sendiri mengaku jika Persib Bandung memang tampil lebih baik setelah gol pertama dari bola mati yang diciptakan oleh Ciro.
“Mereka (Persib) main bagis dan ami sebagai pelatih atau pemain haris terima hasil kekalahan ini,” ujar sambari menyebut Persib Bandung juga mendapatkan dukungan penuh suporter yang memenuhi stadion dalam laga tersebut.
Euforia para pendukung Persib Bandung usai laga pun begitu ramai. Hal ini tak lepas karena sudah satu dasawarsa atau sepuluh tahun lamanya, Persib Bandung tanpa gelar. Peluang untuk menjadi juara pun kini terbuka lebar setelah Maung Bandung-julukan Persib- berhasil masuk final. (ara)
Sementara itu, ada drama terjadi dalam laga-laga Bigmatch di Liga 1 musim 2023/2024. Kali ini terjadi karena teknologi VAR yang digunakan dalam laga semifinal leg kedua, babak Championship Series musim 2023/2024 antara Persib Bandung dengan Bali United. Kontroversi terjadi ketika Ciro, penyerang Persib Bandung menciptakan gol pertama di menit 30.
Saat itu, Persib mendapatkan peluang dari bola mati atau corner yang dieksekusi Marc Klok. Umpan corner tersebut mengenai kepala bek Persib, Kuippers dan bola mengarah ke Ciro yang berdiri bebas dan kemudian menciptakan gol. Sambutan para bebotoh disertai selebrasi Ciro ke arah bench Bali United pun menjadi sorotan.
Beberapa saat kemudian wasit utama yang dipimpin oleh Rio Permana Putra pun mendapatkan panggilan dari ruang VAR yang dipimpin wasit Aprisman Aranda. Sebagai informasi, Aprisman Aranda merupakan wasit asal Padang yang memiliki lisensi FIFA tetapi gagal lolos seleksi untuk memimpin laga-laga Liga 1 musim 2023/2024.
Cheking VAR. Begitulah yang tertulis dilayar karena gol Ciro berpotensi offside sebagaimana terlihat dalam tayangan ulang di televisi. Saat jeda komunikasi antara wasit lapangan dengan wasit VAR tersebut, tayangan VAR tidak ditayangkan ke publik. Sehingga para penonton dari layar kaca pun bertanya-tanya apa yang terjadi.
Entah apa komunikasi yang terjadi, wasit utama kemudian memutuskan bahwa gol dari Ciro tersebut sah tanpa melihat video ulangnya. Skor pun menjadi 1-0 dan membuat Bali United mulai krisis kepercayaan diri. Karena saat leg pertama di Bali, mereka juga kebobolan dari bola mati
“Kami kebobolan dari bola mati di laga ini dan situasi sama saat laga pertama lalu di Bali dari situasi bola mati. Saat mereka (Persib Bandung) bisa cetak gol tentu lebih percaya diri,” ujar Pelatih Bali United, Teco usai laga tersebut.
Konsentrasi para pemain Bali United kembali buyar setelah Haryadi, pemain Persib Bandung kembali mencetak gol dan membuat skor dibabak pertama tersebut menjadi 2-0. Andhika Wijaya, bek Bali United pun mengaku kecewa meski sudah melakukan yang terbaik dalam laga yang berakhir dengan skor akhir 3-0 tersebut.
“Kami sebagai pemain pasti kecewa dengan hasil ini. Kami sudah berusaha di pertandingan untuk meraih hasil maksimal. Tapi hasil hari ini membuay kami gagal meraih kemenangan dan melaju ke final,” kata pemain bernomor punggung 33 ini.
Andhika juga memohon maaf kepada para suporter Bali United karena belum bisa mengantarkan tim kesayanganya melaju ke final. Hasil kekalahan dari pertandingan ini pun membuat Bali United akan kembali melakoni dua laga untuk perebutan tempayt ketiga yang akan berlangsung pada 25 dan 30 Mei 2024 mendatang.***
Editor : M.Ridwan