GIANYAR, Radar Bali.id — Keputusan Bali United FC untuk hanya mendaftarkan 27 pemain di kompetisi musim ini menjadi sorotan publik.
Jumlah ini jauh di bawah batas maksimal 35 pemain yang diperbolehkan, namun pelatih kepala Johnny Jansen menilai langkah ini justru membuka ruang bagi perkembangan pemain muda.
Dalam keterangannya usai laga uji coba melawan PSIM Jogjakarta, Jansen menyebutkan bahwa timnya memang belum siap untuk mengisi seluruh slot pemain. Namun ia menegaskan bahwa kualitas akan menjadi prioritas ketimbang kuantitas.
”Ya, limitnya 35, dan kami baru daftarkan 27 pemain. Tapi kami belum siap. Mungkin kita bisa melakukan hal-hal yang lebih baik,” ujar Jansen.
”Yang terpenting saat ini adalah menjaga kondisi para pemain dan membangun kerja sama tim. Kami bisa tetap kompetitif dengan 30 pemain, bahkan lebih sedikit, asal efektif," sambungnya.
Keputusan ini secara tidak langsung membuka peluang bagi para pemain muda untuk mendapat menit bermain dan panggung lebih besar.
Salah satu yang menonjol dalam laga uji coba tersebut adalah Reyner Barusu, gelandang muda yang menjalani debut bersama tim senior dan mencetak satu gol indah hanya lima menit setelah masuk lapangan.
Masuk pada menit ke-80, pemain yang akrab disapa Iner itu membukukan gol penutup dalam kemenangan telak 6-0 atas PSIM.
Meski tampil singkat, aksinya langsung menarik perhatian pelatih dan suporter.
”Saya ucapkan terima kasih kepada tim pelatih atas kepercayaan ini. Bermain bersama para pemain senior dan asing dengan kualitas luar biasa adalah pengalaman besar bagi saya. Intensitas pertandingan tinggi dan itu sangat membantu perkembangan saya,” ujar Iner usai pertandingan.
Gol melengkung yang dicetaknya menjadi simbol dari awal perjalanan baru sang pemain di level tertinggi sepak bola Indonesia.
”Gol ini untuk kedua orang tua saya yang hadir langsung di stadion, serta suporter Bali United yang terus mendukung,” tambahnya.
Pelatih Johnny Jansen pun memberi pujian terhadap penampilan para pemain muda dalam laga uji coba tersebut. Selain Reyner, nama-nama seperti Maouri Ananda dan Ananta Krisna juga mendapat sorotan positif.
”Maouri ingin bekerja keras. Saya pikir dia melakukan hal yang baik. Reyner juga seorang pemain yang baik. Krisna, saya pikir dia juga menunjukkan potensi besar,” ujar Jansen.
Namun, pelatih asal Belanda itu menegaskan pentingnya keseimbangan dalam skuad. Menurutnya, regenerasi harus dijalankan dengan tetap menjaga keseimbangan antara pemain muda dan pemain senior.
”Pemain muda harus diberi ruang untuk membuat kesalahan dan belajar dari pengalaman. Tapi Anda tidak bisa hanya mengandalkan pemain muda saja. Pemain senior harus ada untuk membantu, membimbing, dan menjaga stabilitas tim,” ucapnya.
Meski enggan membeberkan kelemahan tim secara rinci, Jansen mengakui masih banyak aspek yang perlu diperbaiki, terutama dalam penguasaan bola dan tekanan rendah.
”Kadang kita kehilangan bola terlalu cepat. Kita harus menjaga bola lebih lama dan bermain lebih tenang dalam situasi tertentu,” jelasnya.
Dengan kombinasi strategi efisiensi pemain dan keberanian memberi menit bermain untuk talenta muda, Bali United menunjukkan arah pembangunan tim yang berorientasi jangka panjang. Tidak hanya berburu gelar, tapi juga mencetak bintang masa depan.
Langkah ini sejalan dengan komitmen klub untuk terus melahirkan pemain lokal berkualitas yang dapat bersaing di level tertinggi sepak bola nasional dan, suatu saat nanti, internasional.
Dengan perhatian besar dari pelatih terhadap pemain muda, publik sepak bola Tanah Air patut menantikan siapa lagi yang akan bersinar dari akademi Bali United. [*]
Editor : Hari Puspita