RADAR BALI - Bali United resmi memperkenalkan gelandang serang asal Belanda, Jordy Bruijn, sebagai amunisi anyar di Super League 2025/26.
Mantan pemain Ajax Youth, NEC Nijmegen, dan Heracles Almelo itu sudah menjalani latihan perdana pada Selasa (19/8) di Bali United Training Center, Gianyar.
Meski masih berlatih terpisah untuk mengembalikan kebugaran fisiknya, Bruijn tampak antusias menyambut petualangan barunya di Pulau Dewata. Ia bahkan memuji kualitas lapangan latihan Serdadu Tridatu yang disebutnya “sangat luar biasa, dengan pemandangan indah.”
Pemain 29 tahun ini datang dengan rekam jejak mentereng: 99 laga di Eredivisie, mengemas 10 gol dan 11 assist. Bruijn juga pernah memperkuat Timnas Belanda U18, serta sempat berkarier di Lebanon bersama Safa Beirut FC.
Kontrak dua musim dengan Bali United membuatnya diproyeksikan menjadi motor lini tengah untuk menjaga keseimbangan sekaligus kreativitas permainan.
Yang menarik, kedatangan Bruijn mempertemukannya kembali dengan pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen, yang pernah melatihnya saat di Heerenveen pada musim 2018/19.
Hubungan baik inilah yang menjadi salah satu alasan Bruijn memilih merumput di Indonesia. Jika proses adaptasi berjalan mulus, besar kemungkinan ia sudah bisa turun perdana saat Bali United menjamu Persebaya Surabaya akhir pekan ini.
Peran Jordy Bruijn dan Peta Kekuatan Pemain Asing Bali United
Bali United musim ini dihuni delapan legiun asing: Jordy Bruijn, Boris Kopitović, Brandon Wilson, João Ferrari, Tim Receveur, Mirza Mustafić, Mike Hauptmeijer, dan Thijmen Goppel.
Dengan komposisi ini, Serdadu Tridatu memiliki opsi skema permainan yang lebih kaya.
1. Jordy Bruijn (Attacking Midfielder / Playmaker)
Bruijn akan menjadi otak serangan. Perannya adalah menjembatani lini tengah dan depan, membuka ruang di antar-lini, serta menciptakan peluang lewat umpan terobosan. Dengan visi dan kontrolnya, Bruijn berpotensi menjadi pemecah kebuntuan saat menghadapi tim dengan pertahanan rapat seperti Persebaya.
2. Boris Kopitović (Striker)
Sebagai ujung tombak, Kopitović berperan sebagai target man sekaligus finisher. Ia bisa memanfaatkan kreativitas Bruijn, baik lewat umpan pendek maupun crossing rendah dari sayap. Kombinasi umpan-1-2 Bruijn–Kopitović diyakini bakal menjadi senjata baru Bali United.
3. Brandon Wilson (Defensive Midfielder)
Wilson adalah penyeimbang di lini tengah. Ia bertugas memutus serangan balik lawan dan memberi ruang bebas bagi Bruijn dan Receveur untuk lebih kreatif. Dengan energinya, Wilson penting untuk mengawal transisi saat menghadapi serangan cepat Persebaya.
4. Tim Receveur (Central Midfielder / Regista)
Receveur akan mengatur tempo permainan dari lini kedua. Ia bisa menyalurkan bola dengan akurat ke Bruijn atau sayap. Kombinasinya dengan Wilson dan Bruijn membentuk trio gelandang yang komplet: bertahan, kreatif, dan progresif.
5. Mirza Mustafić (Winger/Attacking Midfielder)
Mustafić bisa bermain melebar atau menusuk ke tengah. Perannya memungkinkan rotasi dinamis dengan Bruijn, sehingga lawan kesulitan membaca arah serangan. Ia juga bisa memberi variasi serangan dari sisi kiri.
6. Thijmen Goppel (Right Winger)
Goppel adalah senjata kecepatan. Ia menjadi outlet utama dalam transisi cepat, memanfaatkan umpan vertikal dari Bruijn atau Receveur. Lari diagonal Goppel bisa membuka ruang bagi Kopitović maupun Bruijn yang datang dari lini kedua.
7. João Ferrari (Defender)
Ferrari bisa dimainkan sebagai bek kiri atau bek tengah. Ia fleksibel untuk menjadi bagian dari tiga bek saat build-up. Mobilitasnya memberi keleluasaan bagi Bali United untuk menekan tinggi tanpa takut celah di belakang.
8. Mike Hauptmeijer (Goalkeeper)
Kiper asal Belanda ini berfungsi sebagai sweeper-keeper. Ia mampu mendukung build-up dari bawah, sekaligus menjaga ruang belakang ketika Bali United bermain dengan garis pertahanan tinggi.
Skema Permainan Potensial Bali United
Di bawah Johnny Jansen, Bali United berpotensi bermain dengan formasi dasar 4-2-3-1 yang bisa berubah menjadi 3-2-5 saat menyerang.
-
Wilson–Receveur menjaga kedalaman di lini tengah.
-
Bruijn menjadi poros serangan di belakang Kopitović.
-
Mustafić dan Goppel memberi lebar sekaligus opsi cut-in.
-
Ferrari menambah keseimbangan di lini belakang, sementara Hauptmeijer menjadi inisiator serangan dari gawang.
Dengan komposisi ini, Serdadu Tridatu bisa menguasai bola dengan rapi, sekaligus berbahaya lewat transisi cepat.
Peran Bruijn sebagai penghubung lini tengah dan depan akan sangat menentukan, khususnya ketika menghadapi tim dengan pressing ketat seperti Persebaya.
Datangnya Jordy Bruijn bukan hanya menambah kualitas individu, tetapi juga memperkuat struktur permainan Bali United secara kolektif.
Kombinasi delapan pemain asing dengan gaya Eropa memberi warna baru dalam permainan Serdadu Tridatu musim ini.
Jika adaptasi berjalan lancar, Bruijn bisa langsung tampil melawan Persebaya dan memberi dimensi tambahan bagi lini tengah Bali United. ***
Mau say
Editor : Ibnu Yunianto