RADAR BALI - Mauricio Souza, pelatih Persija, menyalakan bara keyakinan untuk pasukannya.
Menjelang pertemuan dengan Bali United di Jakarta International Stadium (JIS) pada Minggu (14/9/2025), ia menegaskan bahwa Macan Kemayoran telah menyiapkan diri dengan matang.
Pertahanan telah dirajut kokoh dan strategi menyerang dirancang dengan penuh ketelitian setelah dua minggu mempelajari kekuatan dan kelemahan lawan.
“Kami sudah mempelajari Bali United dan sepanjang minggu ini kami fokus pada persiapan agar semakin kuat," kata Mauricio.
"Dalam satu minggu ini, kami akan menyiapkan strategi terbaik,” ujar sambungnya.
Kabar baik datang dari kondisi skuad Macan Kemayoran yang semakin komplet. Sejumlah pemain yang sempat absen kini sudah kembali bergabung.
Dua bek andalan, Jordi Amat dan Rizky Ridho, telah kembali dari tugas negara bersama Timnas.
Selain itu, dua pemain muda potensial, Rayhan Hannan dan Dony Tri Pamungkas, dijadwalkan segera menyusul setelah menyelesaikan tugas bersama Timnas U-23.
Kembalinya Gustavo Almeida dan Allano Lima yang sempat cedera juga menambah kekuatan tim.
“Jordi dan Ridho sudah bergabung, besok Rayhan Hannan dan Dony Tri Pamungkas juga akan datang. Jadi, kami akan menghadapi pertandingan dengan tim yang komplet,” tutur juru taktik berusia 51 tahun itu.
Meski demikian, pelatih asal Brasil tersebut menegaskan bahwa fokus utamanya bukan hanya soal lawan, melainkan bagaimana membangun kekuatan internal tim.
Ia menekankan pentingnya menciptakan grup yang solid untuk menghadapi ketatnya persaingan di Super League.
“Kompetisi ini sangat ketat, sehingga kami harus siap menghadapi pemain-pemain berkualitas, baik dari Belanda, Portugis, maupun dari Indonesia sendiri,” ucap Mauricio.
Apresiasi dan Kesabaran untuk Pemain Baru
Di sisi lain, Mauricio Souza mengapresiasi kinerja seluruh pemainnya di awal Super League 2025/2026.
Raihan tiga kemenangan dan satu hasil imbang dianggap sebagai awal yang layak diapresiasi, meski ia mengaku belum sepenuhnya puas.
Menanggapi pertanyaan media mengenai performa dua legiun asingnya, Gustavo Franca dan Bruno Tubarão, yang dinilai belum maksimal, Souza menunjukkan pembelaan dan keyakinannya.
“Saya memahami bahwa setiap pemain memiliki tingkat adaptasi yang berbeda. Mereka pun menyadari hal itu, karena memang sudah menjadi tanggung jawab mereka,” kata Mauricio.
Juru taktik asal Brasil itu optimistis seluruh anak didiknya memiliki tekad untuk selalu tampil di level terbaik. Oleh karena itu, ia akan memberikan ruang dan kesabaran bagi para pemain untuk menyesuaikan diri.
“Mereka adalah pemain berkualitas yang bermain untuk tim. Harapan saya, mereka datang ke sini dan mampu menjalankan tugasnya dengan performa terbaik,” tutur Mauricio lagi.
Sejatinya, Franca telah menunjukkan peran penting di lini tengah Macan Kemayoran dengan catatan statistik delapan tembakan dan satu gol.
Sementara itu, Bruno, yang baru dua kali tampil, diharapkan mampu menjadi kreator serangan dari sisi sayap dengan pergerakannya yang eksplosif.
Dengan persiapan yang matang dan skuad yang semakin komplet, Mauricio berharap Persija mampu tampil maksimal dan meraih hasil positif saat menghadapi Bali United.
Dia mengakui masih ada celah di sisi pertahanan yang harus ditutup agar performa tim semakin solid. Pada pekan pertama, Macan Kemayoran menang 4-0 atas Persita.
Kemudian berlanjut dengan kemenangan 3-0 atas Persis, imbang 1-1 dengan Malut United, dan terakhir menang 3-1 atas Dewa United.
“Di pertandingan terakhir (vs Dewa United), kami memiliki masalah bertahan yang harus segera diperbaiki. Organisasi pertahanan kami tidak sebaik seperti pertandingan sebelumnya,” tuturnya.
Selain belum terkalahkan, catatan 11 gol dan hanya kebobolan dua kali menjadi rapor mentereng Persija musim ini.
“Jadi, pekan ini kami fokus membenahi hal itu. Tapi di sisi lain, kami juga fokus pada skema menyerang kami,” pungkasnya. ***
Editor : Ibnu Yunianto