Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Fokus Tangani Corona, Kasus DB di Bali Naik Hingga 100 Persen Lebih

Didik Dwi Pratono • Selasa, 7 April 2020 | 04:15 WIB
fokus-tangani-corona-kasus-db-di-bali-naik-hingga-100-persen-lebih
fokus-tangani-corona-kasus-db-di-bali-naik-hingga-100-persen-lebih

DENPASAR-Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Bali meroket tajam di tengah wabah pandemic Covid-19 (Corona).


Bahkan berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali, kasus DB di Bali naik hingga 100 persen lebih.


Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Wayan Widia, Senin (6/4) menyebutkan, sesuai data hingga Maret 2020, tercatat ada sebanyak 1433 kasus atau meningkat sebanyak 794 kasus dari total 639 kasus pada Maret 2019 tahun lalu.


 


Sedangkan terkait sebaran kasus, kata Widia, Buleleng menempati urutan pertama kasus terbanyak dengan jumlah sebanyak 426 kasus.


Kemudian disusul Badung sebanyak 257; Ketiga  Gianyar 221 dan keempat Denpasar dengan jumlah 201 kasus.


Tabanan sebanyak 84; Karangasem 70 kasus, Klungkung 69 kasus, Bangli 65 kasus, dan terendah Kabupaten Jembrana dengan jumlah 40 kasus.  


“Jika dibandingkan bulan Januari dan  Februari, yang mengalami peningkatan drastis adalah Denpasar. Januari jumlah kasus di Denpasar hanya 59, lalu Februari meningkat dua kali lipat menjadi 110 dan Maret lebih meningkat drastis sebesar 201,”terang Widia.


Selain Denpasar, kata Widia, Kabupaten Badung juga mengalami peningkatan kasus signifikan.


Disebutkan, dari semula jumlah kasus sebanyak 99, Badung pada Februari mengalami lonjakan tajam hingga 234 kasus dan disusul Maret meningkat menjadi 257 kasus.  


Sedangkan untuk pasien meninggal selama tiga bulan terakhir, imbuhnya, yakni tersebar di tiga kabupaten (Badung 1 orang; Gianyar 1 orang, dan Denpasar 1 orang).


Dikatakan, peningkatan kasus DBD di Bali disebabkan oleh perubahan cuaca yang tak menentu.


“Kadang hujan kadang panas, itu juga mempengaruhi. Sehingga kami harapkan masyarakat meningkatan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui 3M (menguras, menutup, dan mengubur)dan gerakan satu rumah satu jumantik (juru pemantau jentik),”tukasnya.

Editor : Didik Dwi Pratono
#diskes bali #covid-19