Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gubernur Koster Disarankan Tiru Ganjar Pranowo Rajin Turun ke Lapangan

Yoyo Raharyo • Rabu, 1 September 2021 | 19:15 WIB
gubernur-koster-disarankan-tiru-ganjar-pranowo-rajin-turun-ke-lapangan
gubernur-koster-disarankan-tiru-ganjar-pranowo-rajin-turun-ke-lapangan

DENPASAR – Kasus Covid-19 di Bali sempat mengalami kenaikan yang sangat tajam. Satu setengah bulan lebih, kasus terkonfirmasi di Bali hampir selalu di atas 1.000 kasus.


 


Sejak berlakunya PPKM di Bali pada 3 Juli hingga 31 Agustus, jumlah warga terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 55.963. Jumlah itu jauh lebih tinggi dari jumlah kasus Covid-19 di Bali sejak pandemic terjadi pada Maret 2020 hingga 2 Juli 2021, atau sehari sebelum PPKM. Sejak pandemi Covid-19 terjadi di Bali, secara akumulatif sudah mencapai 106.834 kasus.


 


Tidak itu saja, jumlah kematian warga dengan diagnosis Covid-19 juga tinggi. Sejak berlakunya PPKM pada 3 Juli hingga 31 Agustus 2021, jumlah kematian pasien terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 1.931 orang. Jumlah itu jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah kematian dari awal pandemi pada Maret 2020 sampai 2 Juli 2021 atau sehari sebelum PPKM yang hanya 1.577 kematian.


 


Sosiolog Unud Gede Kamajaya menilai selama ini masyarakat sudah patuh protokol kesehatan. Hal itu sesuai dengan hasil survei Kementerian Kesehatan yang menyatakan masyarakat Bali paling taat menggunakan masker.


 


Selain itu, Bali juga menjadi wilayah dengan cakupan vaksinasi paling banyak.


 


“Perlu dicari penyebab sebab utama angka terpapar Covid-19 di Bali masih tinggi,” ujarnya.


 


Akademisi asal Tejakula, Buleleng, itu menyarankan Gubernur Koster turun langsung mengecek penanganan Covid-19. Dia diminta melihat langsung kondisi masyarakat di tengah PPKM, juga meninjau pusat-pusat isolasi.



Kamajaya menyarankan, Koster bisa meniru Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang rajin turun mengecek kondisi masyarakat dan penanganan Covid-19. Termasuk mengecek tempat isolasi.


 


Diketahui, sambil bersepeda, Ganjar rutin memberikan motivasi pada masyarakat yang sedang diisolasi dan tenaga medis. Termasuk melihat kondisi masyarakat agar bisa mengambil kebijakan yang lebih tepat.



Contohnya, ketika Ganjar melawan pemerintah pusat soal PPKM yang terlalu membatasi usaha masyarakat yang dianggap nonesensial, hingga akhirnya ada kebijakan pusat yang lebih longgar bahwa usaha nonesensial tetap boleh buka tapi dengan beberapa sedikit pembatasan. 


 


“Gubernur perlu turun langsung untuk mengecek fasilitasi kesehatan, dan memberikan dukungan moril pada tenaga medis,” sarannya.


 


Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Bali, Ketut Suarjaya tak menampik masih tinggi angka kematian. Menurutnya pasien yang meninggal lebih banyak pasien dengan komorbid.


 


“Selain komorbid, pasien yang meninggal 90 persen belum divaksin. Selain itu, banyak pasien yang datang ke rumah sakit dengan kondisi sudah berat,” jelasnya.


 


Ditanya efektivitas isoter, pejabat asal Buleleng, itu mengaku sangat efektif. Ini karena selama isoter pasien mendapat obat, vitamin, makan teratur, dan olahraga.


 


Kembali ditanya jika isoter terus berlanjut, apakah Bali akan turun level dalam waktu dekat. Suarjaya memberikan jawaban diplomatis.



“Astungkara, semoga,” jawabnya.

Editor : Yoyo Raharyo
#gubernur bali #wayan koster #ganjar pranowo