Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gianyar Tidak Punya Dana Promosi Pariwisata, Tapi Jor-joran Bagi TPP Pegawai

Yoyo Raharyo • Rabu, 11 Mei 2022 | 09:15 WIB
Objek wisata di Gianyar diminta promosi mandiri karena Pemkab Gianyar tidak memiliki anggaran promosi pariwisata pada tahun 2022. (IB IDNDRA PRASETIA/RADARBALI)
Objek wisata di Gianyar diminta promosi mandiri karena Pemkab Gianyar tidak memiliki anggaran promosi pariwisata pada tahun 2022. (IB IDNDRA PRASETIA/RADARBALI)
GIANYAR, radarbali.id - Di tengah situasi ekonomi yang masih muram akibat dihajar wabah Covid-19 hingga mengguncang pariwisata, Dinas Pariwisata Gianyar justru tidak memiliki anggaran promosi pariwisata pada 2022 ini. Namun, Bupati Gianyar, Made Mahayastra sebelumnya justru jor-joran bagi-bagi tambahan penghasilan PNS (TPP) ratusan miliar.

Kepala Dinas Pariwisata Gianyar, Anak Agung Gede Putrawan, pada 2022, pemerintah masih terkendala anggaran promosi pariwisata.

“Sekarang kami tidak punya anggaran untuk promosi. Dulu ada, tapi nilainya saya tidak ingat,” ujar Anak Agung Gede Putrawan, Selasa (10/5).

Atas seretnya anggaran promosi pariwisata, Dinas Pariwisata Giayar pun menyerahkan urusan promosi kepada stakeholder pariwisata di Kabupaten Gianyar, misalnya badan pariwisata yang ada di Gianyar untuk melakukan promosi secara mandiri.

“Sekarang kami serahkan ke stakeholder untuk mempromosikan Gianyar ini,” terangnya.

Dulu, sebelum pandemi melanda, Gianyar melakukan promosi dengan cara ikut membuka stand di setiap agenda internasional.

“Di sana kami membuka stand, mempromosikan produk Gianyar, kami fasilitasi, termasuk mengenalkan destinasi yang ada di Gianyar,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, situasi pariwisata Gianyar saat ini berangsur normal seiring menurunnya kasus covid.

“Waktu liburan Lebaran, kunjungan domestik sangat tinggi, tapi setelah berakhirnya cuti bersama, kembali normal seperti pandemi lagi,” ujarnya.

Sementara itu, istri dari pemilik cottages di Jalan Raya Ubud, yang ditemui di kota Gianyar mengaku situasi Ubud mulai bergeliat dibanding dua tahun saat pandemi.

“Kami ada 8 kamar. Waktu libur Lebaran full kamar terisi. Sekarang ini mulai menurun lagi isi kamar,” ujarnya.

Untuk pekan ini, isian kamar separuhnya, sekitar 4 kamar terisi. “Sekarang tetap domestik,” ujarnya.

Selain itu, selama libur Lebaran hingga pekan ini, harga kamar turun 50 persen. “Pelayanan tetap, kualitas tetap. Dapat breakfast, kolam renang, bersihkan kamar tiap hari itu tetap,” ujarnya.

Mengenai dana promosi yang tidak dimiliki Dinas Pariwisata, dia tidak berani menanggapi. Yang jelas, setiap hotel, vila dan lainnya saat ini sebagian besar menggandeng biro wisata berbasis online.

“Gandeng Traveloka, Airbnb, TripAdvisor, kami promosi dari sana berusaha dapatkan bintang tinggi dari pelayanan ke tamu,” ujarnya.

Dari rating dan testimoni pada aplikasi biro wisata itu, akan menjadi promosi bagi pengusaha penginapan.

“Kami harus sabar melayani tamu. Memang ada beberapa negara yang tamunya cerewet ada juga yang jorok. Mereka tetap harus dilayani,” pungkasnya.

Kondisi kontras terjadi pada politik anggaran untuk aparatur. Ketika anggaran promosi pariwisata tak ada, Bupati Giayar, Made Mahayastra sebelumnya malah bagi-bagi TPP.

Pada sisi lain, ketiadaan anggaran untuk promosi pariwisata ini juga tak sejalan dengan amanat pemerintah pusat. Seperti diutarakan Wapres Ma'ruf Amin saat ke Bali yang meminta Pemda di Bali melakukan promosi pariwisata untuk kembali menggeliatkan pariwisata di Bali setelah terpuruk dihantam pandemi Covid-19.  (dra) Editor : Yoyo Raharyo
#tambahan penghasilan pegawai #tpp pegawai #made mahayastra #promosi pariwisata #gianyar