Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Masa Sulit Panti Asuhan di Klungkung saat: Terdampak, Kini Jadi Salah Satu Penerima Bantuan

Hari Puspita • Jumat, 6 Januari 2023 | 19:05 WIB
PERLU ULURAN TANGAN : Panti Asuhan Semara Putra,Klungkung, semakin sulit saat pandemi. (foto:istimewa)
PERLU ULURAN TANGAN : Panti Asuhan Semara Putra,Klungkung, semakin sulit saat pandemi. (foto:istimewa)
Pengurus Panti Asuhan Semara Putra, Klungkung dapat bernafas lega setelah menjadi sala satu penerima santunan dan bantuan keagamaan dari PT Pertamina Hulu Energi selaku Subholding Upstream PT Pertamina (persero). Sebab beratnya hidup selama pandemi Covid-19 sangat dirasakan para pengurus dan anak-anak Panti Asuhan Semara Putra.

MASA sulit itu memang belum sepenuhnya berakhir. Mundurnya sejumlah donatur tetap lantaran terkena dampak pandemi Covid-19, membuat para pengurus panti asuhan yang berada di Jalan Dewi Sartika, Semarapura Tengah, Klungkung,  itu kesulitan memenuhi kebutuhan pokok anak-anak asuhnya.

Akibatnya, pada awal tahun 2020 lalu, puluhan anak-anak panti yang masih memiliki orang tua sempat dipulangkan ke rumah masing-masing.

Untuk itu, Bendahara Panti Asuhan Semara Putra, Kadek Sukarya, Kamis (5/1) sangat berterima kasih kepada PT Pertamina Hulu Energi selaku Subholding Upstream PT Pertamina (Persero) yang telah memberikan santunan dan bantuan cukup besar kepada panti asuhan tersebut.

Biasanya bantuan itu utamanya akan dipergunakan untuk biaya pendidikan anak-anak panti yang menurutnya cukup besar. “Besar harapan kami, ini tidak menjadi bantuan yang pertama dan terakhir. Semoga program ini menjadi agenda berkelanjutan,” terangnya.

Dibeberkannya Panti Asuhan Semara Putra yang didirikan pada tahun 1985 itu memiliki sebanyak 35 anak asuh. Di mana mereka terdiri dari anak penyandang disabilitas, anak yatim piatu, anak putus sekolah dari keluarga kurang mampu dan anak-anak yang mengalami kekerasan dari rumah tangga. “90 persen anak-anak itu berasal dari Kabupaten Klungkung, khususnya dari Nusa Penida. Sementara anak lainnya berasal dari luar Klungkung yang biasanya merupakan rekomendasi dari Dinas Sosial Provinsi Bali, seperti kasus kekerasan anak,” terangnya.

Ketua Sanggraha Hindu Dharma (SHD) Subholding Upstream Group, Ni Luh Gede Rahmana Santi menjelaskan, SHD Subholding Upstream Group merupakan salah satu Badan Koordinasi Keagamaan Hindu yang menaungi kurang lebih 80 pekerja Hindu di seluruh wilayah kerja sektor hulu minyak dan gas di bawah PT Pertamina Hulu Energi.

Kegiatan badan koordinasi keagamaan ini adalah sebagai wadah atau forum pekerja Hindu di Subholding Upstream Group untuk mempererat dan meningkatkan kualitas keyakinan beragama (Sradha) dengan melakukan kegiatan keagamaan secara berkesinambungan dan juga menjalin tali persaudaraan di antara pekerja beragama Hindu.

“Adapun Panti Asuhan Semara Putra menjadi salah satu dari 50 yayasan keagamaan yang mendapatkan bantuan. Panti Asuhan Semara Putra mendapatkan bantuan operasional dan juga bantuan kepada 30 anak yatim piatu dengan total nilai sebesar Rp31 juta,” tandasnya. [dewa ayu pitri arisanti/radar bali]

  Editor : Hari Puspita
#panti asuhan #klungkung #panti asuhan di klungkung #panti asuhan terdampak pandemi