DENPASAR,radarbali.id – Viral baliho protes masyarakat bertulis, Desa Budaya jadi Desa Baudaya, membuat para pemangku kebijakan malu-malu sendiri. Pasalnya, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kesiman Kertalangu yang diresmikan Presiden Joko Widodo dikeluhkan masyarakat karena menebar bau busuk. Bahkan, masyarakat mendesak pemerintah menyelesaikan permasalahan tersebut.
Dikonfirmasi dengan Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, sudah memerintahkan Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) mencari tahu penyebab bau busuk. Ia juga meminta masyarakat yang protes untuk hati-hati berpikir karena TPST ini menjadi solusi penanganan sampah di Bali.
"Kenapa bau, karena sampah lama atau baru. Seharusnya ada sampah tidak masuk ke sana tapi dimasukkan ke sana. Saya sudah minta dicek," ucapnya.
Baca Juga: Waduh, Pulang dari Resepsi Pernikahan Dini Hari, Pria Ini Dibacok Orang Tak Dikenal dekat GWK
"Kalau menghentikan operasinya, saya kira hati-hati berpikir kita butuh untuk mengolah sampah sekarang masa sudah dibangunin besar gitu ditolak," lanjutnya. Ia meminta Kadis DKLH untuk mengecek dulu permasalahan dalam pengelolaan sampahnya.
Seperti diketahui, Wakil Wali Kota Denpasar sudah menyerap aspirasi masyarakat perihal bau sampah yang dirasakan akibat operasional TPST Kesiman Kertalangu Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa turun langsung menangani masalah tersebut.
Setelah sehari sebelumnya menemui masyarakat Banjar Biaung, kini pihaknya mengundang kembali masyarakat untuk bertemu dan mencari win-win solution di TPST Kesiman Kertalangu, pada Minggu (23/7).
Baca Juga: 5 Raperda Gol, Gubernur Koster Salut Kinerja DPRD Bali
Bendesa Adat Kesiman, I Ketut Wisna mengatakan, bau sampah yang dikeluhkan masyarakat saat ini bersumber dari dua aktivitas utama, yakni endapan sampah dan proses pengeringan sampah. Kedua proses dan kondisi inilah yang menimbulkan bau yang tidak sedap, terlebih angin yang berhembus kencang.
"Ada dua hal yang mengakibatkan bau sampah ini, yaitu mengedepankan sampah dan pengeringan sampah dengan penguapan," ungkapnya. ***
Editor : M.Ridwan