DENPASAR, Radar Bali - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali kembali menggelar agenda rutin tahunan yaitu Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Tahun 2024 yang mengusung tema yang senada dengan tema Rakernas yaitu Transformasi Kementerian Agama Menuju Indonesia Emas 2045, Senin (19/2/2024) yang dipusatkan di B Hotel Denpasar.
Rakerwil ini sebagai tindak lanjut dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dihadiri oleh Kepala Kanwil beberapa waktu lalu di Semarang.
Komang Sri Marheni selaku Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema yang diangkat dalam Rakerwil kali ini merupakan komitmen nyata bagi Kementerian Agama khususnya Provinsi Bali untuk terus berinovasi dan bertransformasi demi mewujudkan cita-cita besar bangsa menuju Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang.
Indonesia akan mengalami usia emas pada tahun 2045 dimana akan genap berusia 100 tahun atau satu abad. Pada masa itu, Indonesia ditargetkan sudah menjadi negara maju dan telah sejajar dengan negara adidaya.
Disampaikan juga oleh KaKanwil tujuh program outlook yang menjadi bagian komitmen bersama dan wajib untuk dilaksanakan yang dihasilkan dalam Rakernas diantaranya:
- Ekosistem moderasi beragama yang ekspansif,
- Meneguhkan politik kebangsaan,
- Memenangkan pertarungan digital,
- Menyajikan layanan keagamaan yang premium dan terjangkau,
- Mengusung layanan pendidikan yang inovatif dan transformatif,
- SMART ASN menjawab kebutuhan era digital, dan
- Mengoptimalkan dana umat untuk pengentasan dan pemberdayaan.
“Tahun 2024 ini kita dituntut mampu melaksanakan transformasi untuk menghadapi tantangan-tantangan kedepan, Kementerian Agama tidak hanya sekedar melakukan perubahan struktural atau prosedural semata.
Namun harus mencakup pembaharuan dalam pola pikir, budaya kerja, serta penggunaan teknologi informasi guna memperkuat kapasitas dan efektivitas Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar KaKanwil.
Tahun 2024 ini Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali kembali mendapatkan mandat sekaligus tantangan yang diberikan oleh Biro Ortala Kemenag RI dalam kompetisi pelayanan publik mewakili Kementerian Agama se Indonesia, yaitu PEKPPP (Pemantauan dan Evaluasi Penyelenggaran Pelayanan Publik).
Kanwil Kementerian Agama provinsi Bali sendiri nantinya akan bersaing menjadi yang terbaik diantara instansi yang juga memperoreh penghargaa terbaik dibidang pelayanan publik oleh KemenPAN-RB.
“Untuk itu pada kesempatan yang baik ini, mari kita bersama saling mendukung untuk menjadikan Kanwil Kemenag Bali yang terbaik dalam kompetisi bergengsi ini dan melalui Rakerwil ini besar harapan saya agar seluruh ASN lebih bersinergi dan aktif,” tegas KaKanwil.
Digelar selama dua hari, Rakerwil ini diikuti oleh seluruh Kepala Bidang, Pembimas dilingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kota se Bali, dan perwakilan dari tim kerja.
Rakerwil ini juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia dan Badan Kepegawaian Negara (BKN RI). Diharapkan melalui pelaksanaan rakerwil ini terpantaunya progress perkembangan kinerja di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali.
Digelar selama dua hari, Rakerwil ini menghasilkan hasil rekomendasi yang diperoleh dari sidang komisi.
KaKanwil menuntut komitmen dari seluruh jajarannya tanpa terkecuali untuk senantiasa menyadari tugasnya sebagai abdi negara agar mampu melayani publik, melaksanakan kebijakan publik, dan senantiasa menjadi perekat dan pemersatu bangsa.
Jangan sampai melaksanakan perbuatan-perbuatan yang dapat mencederai citra instansi maupun tindakan-tindakan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kedepan Kanwil Kemenag Provinsi Bali harus memberikan kontribusi meningkatnya nilai pelayanan publik prima Kementerian Agama.
“Disampaikan oleh salah satu narasumber bahwa nilai pelayanan publik prima Kemenag turun, hal ini disebabkan karena di tahun 2022 Kanwil Kemenag Provinsi Bali memperoleh penilaian pelayanan publik prima sangat tinggi yaitu 4,51 selanjutnya di tahun 2023 Kemenag Kabupaten Karangsem mendapat nilai 4,4 karena inovasinya belum ada yang masuk KIPP. Penurunan ini memberikan nilai turun untuk pelayanan publik prima Kemenag RI,” ujar KaKanwil.
Mengamati hal tersebut KaKanwil memberikan instruksi kepada seluruh jajarannya untuk tetap terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus juga harus terus menciptakan berbagai inovasi pelayanan yang mampu memuaskan pengguna layanan yang tidak mengedepankan lagi pada sekedar sarana prasarana tapi lebih pada layanan yang berdampak. (arb/sn/han)
Editor : Rosihan Anwar