Stok Menipis, Harga Beras Mahal, Bulog Sebut karena Belum Masa Panen, Jelang Hari Raya Pemerintah Sibuk Gelar Pasar Murah
Ni Kadek Novi Febriani• Sabtu, 24 Februari 2024 | 04:32 WIB
MENIPIS: Stok beras di gudang Bulog, Sempidi, Mengwi Badung Bali semakin menipis
DENPASAR, radarbali.id - Stok beras di Gudang Bulog Sempidi, Badung dilaporkan menipis. Hanya cukup sampai April 2023 berjumlah 1.400 ton.
Kemudian, akan ditambah Juni 5.000 ton sehingga menurut Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar yang dipimpin langsung Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana aman.
Hal itu disampaikan Sekda melaksanakan pemantauan Stok Beras di Gudang Bulog, Sempidi, Badung, Bali, kemarin (23/2). Pemantauan tersebut dilaksanakan guna memastikan ketersediaan stok beras menjelang Hari Suci Galungan dan Kuningan.
Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana mengatakan akan memantau distribusi beras. Mengenai harga katanya telah diperhitungkan oleh Bulog.
"Kami dari TPID dengan Satgas pangan memonitor, memantau stok beras sampai proses distribusi," jelasnya.
Dalam pengendalian inflasi, Pemerintah Kota Denpasar telah terus melakukan pasar merah. Pemantauan stok beras ini dilaksanakan sebagai upaya menyikapi tingginya harga beras di pasaran saat ini.
'Pada prinsipnya stok aman. Kami antisipasi menjelang hari raya. Memantau tiga bulan ke depan," katanya.
Kebutuhan konsumsi beras di Kota Denpasar per hari 167, 81 ton dengan jumlah penduduk sekitar 726.800 orang.
Tingginya harga beras menjadi polemik di masyarakat. Hal ini disinyalir disebabkan oleh produksi petani yang tergolong rendah dan mundurnya panen raya.
"Sedikitnya produksi petani disinyalir menjadi penyebab lonjakan harga. Namun, dari sisi pasokan masih aman, termasuk cadangan beras di gudang Bulog cukup untuk tiga bulan ke depan menjelang rentetan hari suci Galungan dan Kuningan serta Nyepi," tutur Alit Wiradana
Lebih lanjut dikatakan, saat ini Bulog juga sedang menunggu pasokan beras tambahan untuk mengantisipasi kebutuhan hingga Juni 2024.
Sementara untuk distribusi beras di pasaran hingga saat ini masih tergolong lancar.
"Dari lima pasar yang kami jadikan patokan dan kita pantau setiap harinya ketersediaan aman. Tidak ada kendala pasokan," ujarnya
Sementara itu, Manager SCPP Bulog Kantor Wilayah Bali, Suudi Mut'im menyebut di Gudang Sempidi memiliki stok saat ini kurang lebih 1.400 Ton untuk 3 bulan kedepan.
Katanya, akan ada penambahan lagi sehingga stok sampai Juni 2023 sehingga stok beras dijamin aman.
Disinggung harga beras mahal? Suud menyatakan yang dijual di pasaran bukan beras bulog saja. Ada juga beras premium dan medium.
Sedangkan saat ini belum ada panen tetapi permintaan beras meningkat.
"Kebutuhan banyak sehingga panen akan direbut orang. Cepat habis. Di Bali hebohnya dibeli Banyuwangi digiling disana dan dijual di Bali. Itu pasti harga tinggi karena tidak ada pasokan dari petani," paparnya.
Kemungkinan harga beras akan normal setelah adanya panen raya sekitar Maret-April.
Pihaknya mengajak masyarakat untuk tidak perlu "punic buying" atau memiliki kekhawatiran yang tinggi akan ketersediaan beras khususnya di Kota Denpasar. Hal ini lantaran stok beras masih aman.
"Bulog saat ini rutin menyalurkan 1 sampai 1,5 Ton beras untuk dikirim ke Pasar Murah dan Bazar Pangan setiap harinya tergantung kondisi di lapangan," pungkasnya.***