UBUD, Radarbali.id- Memasuki bulan kemerdekaan, Jumat 2 Agustus 2024 menjadi hari berbahagia untuk tiga veteran asal Bali; Anak Agung Gde Raka (pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia) , I Gusti Bagus Putra (Ketua DPD LVRI Bali) dan Djero Wiladja (Ketua DPC LVRI Kota Denpasar) dianugerahkan Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Tidak hanya tiga veteran asal Bali, Koordinator Staf Khusus Presiden Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana mendapatkan tanda kehormatan Bintang LVRI.
Gung Ari-sapaan Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana- merupakan putra Anak Agung Gde Raka. Penghargaan tertinggi tersebut langsung diserahkan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat LVRI ( DPP Legiun Veteran Republik Indonesia) Letjen TNI (purn) HBL Mantiri ke para penerima anugerah Bintang Legiun Veteran RI di Kediaman Anak Agung Gde Raka dan Gung Ari di Puri Kauhan Ubud.
Turut juga menyaksikan Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya, Anggota DPD RI Mangku Pastika yang juga mengenakan seragam veteran dan Anak Agung Gde Agung mengenakan pakaian adat serta banyak undangan lainnya.
Usai acara, Pj Gubernur Bali mengucapkan selamat kepada penerima anugerah Bintang Legiun Veteran RI. Pensiunan polisi itu ikut bangga ada putra-putri terbaik Bali sudah mendapatkan pengakuan dan penghargaan tertinggi DPP LVRI.
Mahendra Jaya berharap semakin banyak lagi putra-putri asal Bali yang mendapatkan penghargaan serupa. Baik skala nasional maupun internasional. ”Luar biasa saya saja bangga. Berharap ada putra-putri Bali mendapatkan pengakuan tidak hanya secara nasional tapi internasional. Ini tertinggi lho. Pengakuan tertinggi Legiun Veteran Republik Indonesia. Tidak mudah mendapatkan itu kami turut bangga,” bebernya.
Sementara itu, Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana sebagai penerima tanda kehormatan Bintang Legiun Veteran RI yang juga putra Anak Agung Gde Raka mengaku sangat bangga dua orang dari Puri Kauhan Unud menerima penghargaan tertinggi dari LVRI. Tidak hanya untuk ia dan ayahandanya tapi juga Ubud yang merupakan desa pejuang dan Bali adalah pulau perjuangan.
Baca Juga: Tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kapolda Bali Baru Disambut Tradisi Tepung Tawar
”Hari ini adalah membahagiakan ayahanda dan saya sendiri anugerah bintang legiun veteran yang langsung dikalungkan Bapak Ketua Umum LVRI. Kami Yayasan Puri Kauhan Ubud terima kasih atas penghormatan ini. Kepada perjuangan telah dilakukan ayahanda kami,” ucap Pria yang juga menjabat Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud.
Lebih lanjut, Gung Ari menuturkan kepada media, ayahandanya Anak Agung Gde Raka atau yang disapa Gung Lingsir adalah pejuang di tahun 1945. Kala itu Gung Lingsir berusia masih belia 17 tahun sudah ikut mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Salah satunya perjuangannya ikut long march bersama pasukan Ciung Wanara yang dipimpin I Gusti Ngurah Rai dari Tabanan sampai ke lereng Gunung Agung sepanjang kurang lebih 200 Km.
”Berjuang tanpa pamrih menggunakan jiwa raga mempertahankan kemerdekaan. Saya kira ini (anugerah Bintang Legiun Veteran) adalah rasa pengakuan dan penghormatan bagi kami. Saya sendiri generasi penerus , pewaris puri dan kemerdekaan menjadikan perjuangan beliau inspirasi dan motivasi bagi kami berjuang lebih untuk masyarakat nusa dan bangsa,” tutur Gung Ari.
Gung Lingsir lahir pada 2 November 1928 merupakan putra ke-4 dari 12 bersaudara dari pasangan Jaksa Ubud Ida Anak Agung Gde Oka Krebek dengan Jero Sarasija.Masa kecilnya dihabiskan di Ubud. Pendidikan di Sekolah Rakyat sampai kelas 3. Selanjutnya menempuh pendidikan HIS di Klungkung dan Vervolg School Gianyar.
Api perjuangan membela Indonesia tersebut membuat pendidikannya terputus karena terlibat aktif dalam perjuangan melawan Belanda dan Jepang. Gung Lingsir sangat terinspirasi dari pidato Bung Tomo, pada 1945. Anak Agung Gde Raka bersama para pemuda di Ubud berjuang melawan penjajah dalam wadah Pemuda Republik Indonesia (PRI).
Pada tahun 1947-1949, Anak Agung Gde Raka tercatat menjadi anggota Dewan Perjuangan Rakyat Indonesia Sunda-Ketjil yang ditugaskan di daerah Gianyar.
Baca Juga: Pabrik Narkoba Terbongkar di Gianyar Pj Gubernur Bali Sebut Ini Warning
Di Jakarta, Gung Lingsir bekerja pada badan pekerja Sekretariat Negara sebagai penghubung DPR ke Presiden. Gung Lingsir juga menjadi bagian dari tim konseptor pidato Presiden Sukarno.
Atas perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan, di tahun 1962, Kementerian Urusan Veteran Republik Indonesia memberikan pengakuan dan pengesahan sebagai Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia.
Apa yang dilakukan veteran juga seperti ayahnya Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI), semangatnya bisa dilanjutkan oleh generasi penerus untuk pengabdian di jalan sebagai ksatria mahottama yaitu dharma negara berbakti kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Gung Lingsir kini berusia nyaris satu abad, tepatnya 95 tahun, tapi semangat yang tak pernah redup. Gung Ari mengutip pernyataan Sukarno merupakan Presiden Pertama RI dan juga Founding Father bahwa yang harus diwarisi adalah apinya bukan abunya. Termasuk dalam semangat puputan ditunjukkan oleh pendahulu di masa heroik yang pernah terjadi seperti; Puputan Jagaraga (1848 dan 1849) dan Puputan Badung (1906), Puputan Klungkung (1908), dan Puputan Margarana (1946).
Lanjut Gung Ari menyatakan, spirit puputan itu sangat luar biasa yang mencerminkan semangat untuk mempertahankan harga diri dan kehormatan. Setia pada kebenaran dengan segala risiko apapun. ”Bahwa semangatnya kita yang harus teruskan oleh para leluhur itu,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPP LVRI Djoko Sumaryono menjelaskan, penganugerahan Bintang Legiun Veteran RI sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 15 tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia.
Dikatakan veteran adalah Warga Negara Indonesia (WNI) bersenjata bagian pemerintah melawan negara lain. Paling tinggi, veteran PKRI pejuang di era 1945-1949 yang saat ini tidak banyak orangnya. Salah satunya Gung Lingsir (ayah Gung Ari). Kemudian ada Tri Kora (Tri Komando Rakyat) tahun 1961 hingga 1963), Veteran Dwikora1964 hingga 1966 dan Veteran Seroja (1975 dan 1976).
”Kami berbangga ketemunya orang-orang, PKRI, ketua DPD LVRI Bali I Gusti Bagus Saputera dan Ketua DPC LVRI Denpasar Djero Wiladja. Beliau semangat tinggi di usia 90 tahun. Kita boleh beda usia tetapi semangat pengabdian harus sama. Cinta tanah air nomor satu, rela berkorban dan pantang menyerah. Seperti ketua umum katakan, tantangan kedepan tidak mudah,” jelasnya.
Sementara itu, pemberian bintang kehormatan dari DPP LVRI untuk Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana saat ini menjabat Koordinator Staf Khusus Presiden karena dinilai memiliki jasa kepada veteran , karena berkat kepedulian Gung Ari LVRI semakin dikenal masyarakat luas. Termasuk Pemerintah Presiden Joko Widodo memiliki kepedulian tinggi untuk para veteran di Indonesia.
”Di samping juga mendapat penerimaan hangat serta jiwa jiwa dari orang tua kita tadi. Kami minta generasi Bali teguhkan. Silakan Pak Ari ada di sini siap memberikan nilai itu,” pungkas Djoko didampingi Gung Ari, Wakil Ketua Umum DPP LVRI Muzani Syukur dan Wresni Wiro.***
Editor : Made Dwija Putera