DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Gubernur Bali Wayan Koster melakukan pendekatan kepada warga Temesi, Gianyar mengenai pemindahan TPA Suwung ke Desa Temesi Gianyar, Minggu (⅙) kemarin.
Koster didampingi Bupati Gianyar berdialog dan mengunjungi TPA Temesi. Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) Provinsi Bali, I Made Rentin, saat diwawancara kemarin (2/6)
mengatakan, Koster berdialog dengan perangkat desa seperti Perbekel, Jro Bendesa Adat, termasuk tokoh-tokoh masyarakat.”Ingin mendengarkan secara langsung aspirasi masyarakat,” ujar Rentin.
Pemindahan sampah dari TPA Suwung ke Temesi merupakan kewenangan pemerintah pusat. Teknologi pengelolaan sampah akan segera dibangun di Bali.
“Oleh karena itu teknologi akan segera dibangun. Seperti penjelasan Pak Menteri, Juli ini perizinan sudah akan keluar, sehingga Januari 2026 kita sudah start,” beber Rentin.
Menurut Rentin, kedatangan Koster ke Temesi ingin memastikan prosedur, proses, dan tata kelola di TPA Temesi. Berdasarkan hasil evaluasi Gubernur Bali TPA Temesi sudah berjalan dengan baik.”Tinggal bagaimana mengoptimalkan kondisi sampah eksisting yang kurang lebih mendekati angka 200-250 ton per hari,” jelasnya.
Baca Juga: INKHAS Gelar Ujian TOEFL dan TOAFL sebagai Syarat Kelulusan Pascasarjana
Koster berpesan kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar mempertahankan pola tata kelola yang sudah berjalan baik selama ini.
Gianyar merupakan salah satu kabupaten dengan pengelolaan TPA yang baik. “Gianyar salah satu kabupaten yang bagus tata kelola TPA-nya.Bahkan bisa ditiru di TPA kabupaten/kota yang lain termasuk di Denpasar,”Mantan Kalaksa BPBD Bali ini.
Tantangan ke depan dalam penanganan sampah, Pemerintah Provinsi Bali akan menerapkan pola pengelolaan sampah seperti di TPA Temesi untuk TPA Regional Suwung di Denpasar. Tapi TPA hanya menampung sampah residu.”Organik tidak boleh masuk ke TPA karena secara teori memang TPA hanya untuk menampung sampah residu,” tegasnya.***
Editor : M.Ridwan