DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Pertamina bertanggung bagi kendaraan yang rusak karena pertalite. Hal itu disampaikan Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Aji Anom Purwasakti di Kantor DPD RI, pertemuan yang difasilitasi Anggota DPD RI Ni Luh Djelantik kemarin (23/6).
Anom mengatakan, telah menurunkan tim investigasi turun ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Lakukan investigasi sampel, baik sampel dari kendaraan, dari SPBU. Saat ini Pertamina menunggu hasilnya investigasinya.
”Supaya kami tahu akan masalahnya apa. Tapi, kami tidak hanya berdiri di situ, kami sudah sangat fokus dalam penanganan,” ucapnya.
Baca Juga: Pertamina Ganti Rugi Biaya Kuras Tanki dan Ganti Filter BBM Mobil, Tunggu Hasil Lab
Pertamina telah membuka ini untuk helpdesk di SPBU. Total ada 10, sampai saat ini ada 10 SPBU yang menjadi helpdesk, yang bisa menjadi tempat komplain untuk konsumen maupun masyarakat yang merasa keluhannya sama.
Seperti filter kendaraan, ada endapan di bensinnya. Jika ada keluhan yang sama Anom meminta langsung melapor.”Kami di SPBU sudah setting ada 10 helpdesk, 10 SPBU yang menjadi helpdesk, untuk bisa menampung keluhan, mencatat keluhan, dan mencatat komplain tersebut.
Selain itu, kami juga menggunakan kanal-kanal resmi untuk komplain, baik itu dari call center 135, atau via email, supaya teman-teman semua ada kanal untuk melaporkan secara resmi keluhannya seperti apa,”terangnya.
Baca Juga: PHK 157 Karyawan, Disperinaker Badung Verifikasi Lapangan FINNS Recreation Club
Sebagai bentuk pertanggungjawaban Pertamina, telah menyiapkan bengkel-bengkel bagi kendaraan masyarakat yang rusak karena pertalite. Sudah ada empat bengkel kerjasama Pertamina menerima keluhan masyarakat.
Biaya perbaikan ditanggung oleh perusahaan plat merah ini”Kami bekerjasama dengan bengkel saat ini sudah ada 4 bengkel yang kami kerjasama untuk bisa membantu, jika ada keluhan yang sama seperti itu. Dan nanti kami akan mengganti biayanya, baik itu filternya maupun cleaning tangkinya,” ucap Anom.
Jadi, selain Pertamina menunggu hasil penelusuran investigasi, akar masalahnya apa, Pertamina akan langsung tangani keluhannya.”Apa yang menjadi keluhan warga, itu bisa kami atasi segera,” imbuhnya.
Pertamina menyampaikan kepada masyarakat supaya segera melapor kondisi-kondisi yang ada, supaya bisa urus lebih cepat.”Kami tetap akan investigasi akar masalahnya apa. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena sistem mesin Kami berlapis, baik di terminal atau di SPBU,”tandasnya.
Seperti diketahui warga Denpasar digegerkan oleh serangkaian kasus kendaraan yang mengalami masalah, bahkan mogok, setelah mengisi Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di wilayah Denpasar dalam tiga hari terakhir.
Keluhan yang muncul adalah kendaraan tersendat, kehilangan tenaga, hingga mesin mati setelah menempuh beberapa kilometer.
Baca Juga: JIWA ABADI SOEKARNO
Sementara itu, Anggota DPD RI Perwakilan Bali Ni Luh Djelantik menerangkan, dengan memanggil pihak Pertamina untuk menjembatani warga yang mengalami keluhan kerusakan kendaraan ditengarai usai melakukan pengisian pertalite.
”Kami sama-sama berharap ada solusi yang konkret. Ada solusi yang konkret, banyak sekali yang ngetag kita di Facebook, di Instagram, kita tidak bisa hitung,” ucap Anggota DPD RI asal Buleleng ini.***
Editor : M.Ridwan