Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Merebak Isu Gerakan 1 September, Gubernur Koster Sebut Pengamanan Aksi Humanisme, Ajak Pemuka Agama Jaga Bali

Ni Kadek Novi Febriani • Senin, 1 September 2025 | 16:50 WIB

 

JAGA BALI: Gubernur Bali Wayan Koster mengumpulkan Kapolda, Pangdam IX Udayana dan para pemuka agama serta tokoh ormas menyikapi situasi kebangsaan Minggu, 31 Agustus 2025, sore.
JAGA BALI: Gubernur Bali Wayan Koster mengumpulkan Kapolda, Pangdam IX Udayana dan para pemuka agama serta tokoh ormas menyikapi situasi kebangsaan Minggu, 31 Agustus 2025, sore.

DENPASARradarbali.jawapos.com – Aksi Bali Tidak Diam pada Sabtu (30/8/2025) berlangsung lama hingga bubar Minggu (31/8) pagi. Massa aksi banyak ditangkal oleh kepolisian daerah (polda) Bali.

Berdasarkan catatan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali ada 132 ditangkap. Bahkan, tidak hanya itu dua jurnalis alami kekerasan yang diduga dilakukan aparat saat meliput aksi tersebut.

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut yang melakukan kekerasan bukan aparat keamanan, ditemui usai konferensi pers Kapolda Bali, Pangdam IX/Udayana, Kajati Bali, Ketua DPRD Provinsi Bali, Danlanal, Danlanud, Danrem, Majelis Desa Adat Provinsi Bali, serta majelis umat beragama dari Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu, termasuk perwakilan majelis desa adat se-Kabupaten/Kota di Bali, yang berlangsung di Jayasabha kemarin (31/8/2025). 

 Baca Juga: Ramai Disorot, Pemkot Denpasar Revisi Perda Hak Keuangan dan Administratif, Ketua DPRD Denpasar Klaim Tak Ada Kenaikan Tunjangan

Meski, adanya kekerasan represif dan intimidasi dialami oleh menurut Koster pihak keamanan akan menjaga wilayah perkantoran dari para demonstran. Peserta aksi yang ditangkap polisi, Koster menyatakan, mereka hanya diamankan karena dilakukan pemeriksaan dan diminta penjelasan. Kalau tidak bersalah, peserta yang ditangkap akan dilepas, sedangkan yang terbukti bersalah akan diproses hukum.

”Apakah ada tindakan melanggar peraturan perundang-perundang atau tidak tentu saja tidak melanggar akan dibebaskan. Kalau melanggar tidak bisa dibiarkan harus diproses secara hukum supaya jadi pendidikan yang baik untuk masyarakat,” tegas Koster dan Kapolda mendampingi juga mengamini pernyataan Gubernur Bali.

Sementara itu, menurut Koster aksi yang digelar sudah tidak organik karena ada penyusup yang sengaja membuat kerusuhan ingin merusak citra Bali. Sayangnya Koster tidak membuka informasi tentang penyusup yang membuat kerusuhan tersebut.”Kalau itu tidak perlu saya buka di sini. 

Ya memang kenyataan begitu ditemukan anarkisnya datangkan dari luar,”katanya. 

 Baca Juga: Ribuan Pecalang Bali Amankan Desa Adat dan Fasilitas Umum

Pelaksanaan aksi di Bali kondusif dibandingkan daerah lain karena tidak ada pembakaran dan perusakan fasilitas umum. Pangdam dan kapolda telah menjalankan pengamanan secara humanis. Meski ada yang mengalami kekerasan dan pelarangan pengambilan gambar.

”Saya lihat apa yang dilakukan sangat humanisme tidak terpancing provokasi atau juga bentuk aksi lainnya,”tandasnya.

Sementara itu usai konferensi pers Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya sakit gigi saat dicerca adanya pelarangan peliputan aksi, Daniel tak menanggapi. Ia hanya merespons terkait dugaan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

Daniel meminta korban untuk melaporkan supaya bisa ditindaklanjuti secara hukum.”Kalau ada laporan(jurnalis,red) memang bisa diketahui siapa pelakunya silakan dilaporkan kami akan melakukan tindakan karena memang aturannya demikian,” tandasnya. 

Di lain sisi merespons pelaksanaan aksi yang rusuh, Gubernur Bali Wayan Koster bersama pimpinan organisasi keagamaan, kepolisian, pangdam dan kajati menggelar pertemuan membahas perkembangan situasi pasca aksi demonstrasi di Bali dan sejumlah daerah lain di Indonesia.

Gubernur Koster menegaskan Presiden RI, Kapolri, dan Mendagri telah merespons situasi ini dengan bijak, serta mengarahkan kepala daerah untuk menjaga keamanan wilayah masing-masing melalui koordinasi dengan Forkopimda dan komunikasi erat bersama tokoh umat beragama.

“Kemarin malam saat aksi berlangsung di beberapa titik, kami langsung berkoordinasi dengan Forkopimda. Kami juga menerima perwakilan peserta demo, termasuk driver ojol dan BEM, yang telah berkomitmen tidak melanjutkan aksi. Karena itu, aksi anarkis yang terjadi diduga dilakukan oleh pihak luar yang datang ke Bali,” jelas Gubernur Koster.

Ia menegaskan bahwa aparat TNI dan Polri telah memperketat pengamanan di bandara dan pelabuhan agar tidak mengganggu aktivitas pariwisata. Lebih lanjut, Gubernur Koster meminta seluruh pemuka agama untuk mengeluarkan himbauan kepada umat agar bersama-sama menjaga keamanan dan kondusifitas Bali.

“Bali adalah destinasi wisata dunia. Kondisi tidak kondusif akan berdampak langsung pada citra dan perekonomian daerah. Karena itu, saya mengajak seluruh umat beragama, majelis desa adat, dan pecalang untuk mengambil peran aktif menjaga kedamaian Bali,” tegasnya.

 Baca Juga: Bule Spanyol Nyaris Tewas Terpanggang, Vila Tempatnya Menginap di Kuta Utara Dibakar, Ternyata Pelaku Seorang Waria

Selepas pertemuan tersebut, Gubernur Bali bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali dan Forum Komunikasi Perangkat Daerah menggelar konferensi Pers untuk penyampaian himbauan resmi kepada masyarakat Bali.  

Dalam pernyataannya, FKUB yang dibacakan oleh Ketua Wakil Ketua MUI Provinsi Bali, KH. Syamsul Hadi, S.H, MA menegaskan:

1. Berdasarkan informasi bahwa masa yang melakukan aksi demo anarkis di Tanah Gumi Bali sengaja didatangkan dari luar Bali. Kami menolak segala bentuk demo anarkis di Tanah Gumi Bali:

2. Kami meminta agar seluruh masyarakat Bali tetap tenang dan selalu waspada terhadap aksi demonstrasi di wilayah Bali, dengan menjaga agar Tanah Gumi Bali tetap aman, tentram, tertib, dan kondusif.

Kepada para tokoh agama, pimpinan lembaga, dan organisasi kemasyarakatan, serta tokoh masyarakatdi seluruh wilayah Bali agar mengajak, menyadarkan warga masing-masing untuk bersama-sama bertanggungjawab menjaga keamanan Tanah Gumi Bali.

Kepada unsur-unsur pengamanan yang ada di Desa, Kelurahan, dan Desa Adat agar berperan aktif, bekerjasama menjaga keamanan, ketentraman, ketertiban,serta kenyamanan warga masyarakat di seluruh wewidangan/wilayah Desa Adat di Tanah Gumi Bali:

3.Kami sangat memahami dan menghormati bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang dijamin oleh konstitusi negara dalam menyikapi perkembangan situasi lokal daerah maupun nasional.

Namun, penyampaian aspirasi hendaknya dilakukan dengan cara santun, berbudaya, tidak anarkis, serta tidak melanggar peraturan perundang-undangan:

4. Perlu dingat dan dipahami bersama bahwa Tanah Gumi Bali merupakan tempat kelahiran dan tempat hidup, menghirup udara, serta membangun kehidupan yang sejahtera dan bahagia Niskala-Sakala bagi seluruh masyarakat Bali. Selain itu, Tanah Gumi Bali dianugerahi keberagaman budaya adiluhung, sehingga dicintai oleh masyarakat dunia, menjadi destinasi pariwisata dunia, dan pintu gerbang Indonesia di hadapan masyarakat dunia:

5. Oleh karena itu, menjadi kewajiban seluruh komponen masyarakat Bali untuk menjaga Tanah Gumi Bali, agar aman, tentram, tertib, dan kondusif demi keberlangsungan kepariwisataan dan perekonomian Bali yang baru pulih dan bangkit pasca Pandemi COVID-19 selama 3 tahun. Untuk itu,

Kami mengajak seluruh komponen masyarakat Bali untuk berperan aktif bersama-samabertanggungjawab mencegah jangan sampai ada pihak-pihak dari mana pun yang memiliki niat buruk, apalagi tindakan merusak citra Bali dihadapan masyarakat Indonesia dan dunia internasional.

6. Kami mendukung penuh agar aparat keamanan Negara, TNI dan Polri dalam mejalankan tugas menjaga keamanan Tanah Gumi Bali, serta menindak tegas para pelaku anarkis dari mana pun yang melanggar peraturan dan memproses secara hukum.***

Editor : M.Ridwan
#aksi humanis #Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya #gubernur bali wayan koster #pangdam ix udayana