Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bali Jadi Industri Kedirgantaraan dan Kembangkan Bandara Letkol Wisnu Jadi Komersial, Begini Kata Pengamat Transportasi

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 2 Desember 2025 | 04:25 WIB
BANDARA PERINTIS: Aktivitas di Airstrip Letkol Wisnu di Kecamatan Gerokgak Buleleng yang diproyeksi jadi pusat bisnis dirgantara.
BANDARA PERINTIS: Aktivitas di Airstrip Letkol Wisnu di Kecamatan Gerokgak Buleleng yang diproyeksi jadi pusat bisnis dirgantara.

DENPASARradarbali.jawapos.com - Rencana Bali Utara menjadi industri kedirgantaraan dengan memanfaatkan adanya Lapangan terbang (Lapter) Letkol Wisnu di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, disambut positif.

Pengamat transportasi Prof Putu Alit Suthanaya menyebut bandara Letkol Wisnu saat ini merupakan bandara Non Kelas dengan status operasi khusus, penggunaan domestik dengan klasifikasi 2B.

Pemanfaatannya selama ini adalah sebagai sekolah penerbangan oleh Bali International Flight Academy (BIFA). Berakhirnya masa kontrak dengan BIFA, maka diperlukan untuk memikirkan pemanfaatannya kedepan nya sehingga dapat menjadi salah satu pendukung pertumbuhan perekonomian daerah.

”Sesuai wacana yang telah berkembang, salah satu alternatif pemanfaatannya kedepan yaitu pengembangan Lapter Letkol Wisnu menjadi bandara komersial. Salah satu syarat yang perlu dipenuhi yaitu panjang dan posisi runway,” sebut Guru Besar Universitas Udayana ini. 

Pengajar Program Studi Magister Teknik Sipil ini menjelaskan, merujuk Perda Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2023 tentang RTRW Provinsi Bali Tahun 2023-2043, strategi pengembangan bandar udara di Provinsi Bali antara lain pemantapan dan pengembangan Bandara Internasional Ngurah Rai.

Masterplan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, direncanakan akan dikembangkan hingga mencapai daya tampung ultimate sebanyak 37 juta penumpang per tahun.

Maka harapnya diperlukan, kajian mendalam terkait daya tampung (carrying capacity) Bali.

”Berapa juta wisatawan yang secara ultimate dapat ditampung Bali tanpa menyebabkan degradasi lingkungan dan sosial budaya? Hal ini akan berimplikasi terhadap kebutuhan pengembangan bandar udara dan sejauh mana bandar udara perlu dikembangkan di Bali kedepannya,” bebernya. 

Sesuai arahan dalam RTRWP Bali, untuk mendukung peningkatan konektivitas dan keterpaduan sistem jaringan transportasi, salah satu strateginya yaitu meningkatkan kapasitas pintu gerbang udara Bali melalui pengembangan sistem multi bandara yang komplementer antara Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai dengan rencana pengembangan Bandar Udara Bali Baru. 

Salah satu program utama dalam RTRW Provinsi Bali yaitu adanya rencana pengembangan dan peningkatan bandar udara khusus Letkol Wisnu.

Upaya pengembangan dan peningkatannya antara lain dengan menjadikannya sebagai bandara komersial yang dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Bali Utara. Keterbatasan ruang dan adanya obstacle, juga turut membatasi pengembangan yang dapat dilakukan. 

Di samping itu, terkait dengan rencana Pembangunan Bandar Udara baru di Bali Utara, tentunya harus dikaji terlebih dahulu secara hati-hati khususnya daya tampung (carrying capacity) Bali.

Pentingnya kajian dilakukan salah satunya melalui tahapan studi kelayakan secara komprehensif dari berbagai aspek.

”Diantaranya aspek teknis, lingkungan, sosial-budaya dan ekonomi/finansial,” tandas Prof Alit. 

Seperti diketahui Bandara perintis Letkol Wisnu di Buleleng akan menjadi hub industri dirgantara, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) telah bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Provinsi Bali untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang handal membangun ekosistem industri kedirgantaraan nasional melalui kolaborasi lintas sektor di Provinsi Bali.

Sebelumnya telah ada penandatangan, nota kesepahaman Dinas Perhubungan Provinsi Bali, PT Bali Widya Dirgantara, PT Bali Kerthi Byomantara dan Perguruan Tinggi Bali mengenai penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan SDM dengan perguruan tinggi Bali Selasa (25/10) lalu.***

Editor : M.Ridwan
#bandara perintis #gerokgak buleleng #industri dirgantara #lapter letkol wisnu