DENPASAR, Radar Bali.id – Operasional bus Trans Metro Dewata (TMD) kini masuk dalam radar evaluasi serius Pemerintah Provinsi Bali.
Gubernur Bali, Wayan Koster, menyoroti efektivitas angkutan massal tersebut karena dinilai masih sepi peminat meski telah menelan anggaran operasional yang cukup fantastis.
Baca Juga: Wajah Baru Transportasi Bali: Komotra Taxi Gandeng Green SM Luncurkan Armada Listrik
Dalam Rapat Paripurna ke-28 DPRD Bali, Rabu (25/3/2026), Koster memaparkan bahwa total biaya operasional Bus TMD mencapai Rp49,7 miliar.
Dana tersebut merupakan hasil kolaborasi atau sharing anggaran antara Pemprov Bali (Rp14,9 miliar), Pemkab Badung (Rp16 miliar), Pemkot Denpasar (Rp14 miliar), dan Pemkab Gianyar (Rp4,7 miliar).
"Kalau kita lihat, lalu-lalang bus ini sepi, rupanya tidak banyak penumpangnya. Jadi, perlu dievaluasi daripada menghabiskan banyak uang tapi bus wara-wiri dalam keadaan kosong," tegas Koster di hadapan anggota dewan.
Koster menyatakan ke depannya rute-rute bus TMD akan ditinjau ulang secara mendalam. Ia ingin memastikan bantuan subsidi hanya dialokasikan untuk jalur-jalur yang benar-benar memiliki potensi penumpang yang layak.
"Nanti kita efektifkan yang memang benar-benar efektif dan penumpangnya cukup untuk didukung," tandasnya, menekankan pentingnya efisiensi anggaran daerah.[*]
Editor : Hari Puspita