SEMARAPURA, Radar Bali.id – Suasana magis menyelimuti Pura Dalem Sila Pegat, Desa Adat Lepang, Banjarangkan, pada Rabu (13/5/2026) malam.
Puncak upacara Ngodakin Lan Nangiang Ida Sesuhunan berlangsung khidmat yang ditandai dengan ritual Ngeratep dan Pasupati belasan pelawatan Ida Batara.
Baca Juga: Harga Kebutuhan Sarana Upacara Adat Sempat Naik-Turun, Ini Penyebabnya Menurut Disperindag Gianyar
Prosesi suci ini dipimpin langsung oleh Ida Pedanda Gede Putra Bajing dari Griya Tegal Jingga, Denpasar, bersama Ida Dalem Semara Putra. Ketegangan religi memuncak saat belasan warga, termasuk mereka yang sedang mundut (memikul) pelawatan, mengalami trans atau kerauhan di tengah berlangsungnya ritual.
Ida Pedanda Gede Putra Bajing menjelaskan bahwa upacara ini bertepatan dengan momentum Buda Kliwon Gumbreg sekaligus Kajeng Kliwon Enyitan. Ritual ini bertujuan mengembalikan kekuatan spiritual dari daksina linggih ke dalam pralingga atau pelawatan yang baru saja selesai diperbaiki.
“Setelah proses perbaikan dan pemlaspasan, dilakukan pasupati untuk menghidupkan kembali energi spiritual pada pelawatan tersebut,” ujar Ida Pedanda.
Sejumlah pelawatan yang menjalani prosesi ini di antaranya adalah Sesuhunan Ratu Gede, Ratu Gede Lingsir, Ratu Betari Anom, Ratu Betari Lingsir, hingga Ida Rarung dan Waksirsa.
Tak berhenti di pura, sekitar pukul 21.00 Wita, krama mengiringi Ida Sesuhunan menuju Pemuun Setra (kuburan) Desa Adat Lepang untuk menjalani ritual Ngerehang.
Dalam keheningan malam yang dilarang disaksikan oleh umum, ritual ini berlangsung hingga lewat tengah malam demi menyerap energi taksu. Rangkaian upacara ditutup pada pagi harinya dengan prosesi Melasti ke pantai desa setempat.[*]
Editor : Hari Puspita