Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dari 716 Desa/Kelurahan, Baru 38 Koperasi Merah Putih yang Siap Operasional, Koster Baru Kebut dengan Target Begini

M.Ridwan • Senin, 18 Mei 2026 | 08:03 WIB
DIKEBUT:  Peresmian Operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) seluruh Indonesia, Gubernur Bali Wayan Koster hadir di KDKMP Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung pada Sabtu (16/5/2026). (Sumber Radar Bali Photo/radarbali.id)
DIKEBUT: Peresmian Operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) seluruh Indonesia, Gubernur Bali Wayan Koster hadir di KDKMP Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung pada Sabtu (16/5/2026). (Sumber Radar Bali Photo/radarbali.id)

MANGUPURA, radarbali.jawapos.com –  Gubernur Bali, Wayan Koster optimistis pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KKDMP). Target bulan Juli 120 koperasi siap secara operasional.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Peresmian Operasional 1,061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) seluruh Indonesia. Sementara di Bali berpusat di KDKMP Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung pada Sabtu (16/5/2026).

Peresmian secara langsung dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto serta diikuti oleh seluruh Provinsi secara daring.

Koster mengatakan, yang baru siap untuk operasional 38 koperasi dari jumlah 716 desa/kelurahan  di Bali. Ia menilai bahwa KDKMP memiliki dampak yang signifikan dalam membangun ekonomi berbasis kerakyatan di Provinsi Bali.

Baca Juga: BEM FH Unud Diintimidasi Aparat saat Nobar Pesta Babi di Kampus, Tak Hiraukan Penekanan, Acara Tetap Lanjut

"Kita di Bali yang sudah siap sebanyak 38 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan sedang berproses lagi sampai akhir bulan juli itu akan mencapai secanyak 120 KDKMP,” jelas Koster.

Dengan jumlah 38 KDKMP yang sudah siap tersebut menurutnya baru mencapai 5,3% dari total jumlah 716 Desa/Kelurahan di Bali. Namun angka tersebut akan terus  sebesar 17 persen dari total kebutuhan.

"Nanti Bulan Juli akan disiapkan barang-barang yang akan dijual di koperasi dan di targetkan di awal Agustus sudah full bisa beroperasi dalam memberikan layanan usaha,” imbuhnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menyampaikan bahwa Koperasi merupakan bentuk instrument kemandirian ekonomi kerakyatan sekaligus merupakan fondasi bagi pemerataan pembangunan nasional.

"Pangan adalah hidup dan mati suatu bangsa. Menjamin pangan untuk 280 juta orang bukan pekerjaan ringan, namun kita berhasil,” jelas Prabowo.

Ia menekankan,  Bangsa Indonesia harus dapat mandiri pangan dengan memenuhi seluruh kebutugan pangan dari dalam negeri, tidak hanya mengandalkan impor. 

Swasembada pangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mmasyarakat dan juga Petani Indonesia.

Prabowo mengklaim keberadaan Koperasi Merah Putih dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di Desa/Kelurahan dimana proyeksi uang beredar diperkirakan mencapai 10,8 Milyar pertahun per desa.

"Melalui koperasi merah putih nanti kita salurkan juga kredit-kredit murah untuk rakyat. Dengan koperasi ini pertumbuhan ekonomi kita akan nyata dan maju, setiap desa tidak akan bergantung kemana-mana lagi,” jelasnya.

 KDKMP akan menjual keperluan sehari-hari, dari  sembako subsidi dan  penyalur LPG subsidi. Bahkan, keperluan pertanian seperti penyalur pupuk subsidi.

Tidak hanyab itu juga melayani kredit murah, layanan logistik, penyalur bantuan pemerintah, menyerap gabah petani hingga layanan obat murah.***

Editor : M.Ridwan
#KKDMP se Bali #716 Desa dan Kelurahan #gubernur koster #Koperasi Merah Putih