Tower Turyapada Dilengkapi Gondola dari Tiongkok, Target Tuntas Desember 2026, Sedot Rp 27 Miliar

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Senin, 2 November 2026 | 03:27 WIB
MEGAH: Menara Turyapada di Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng ini dilengkapi gondola untuk memudahkan pengunjung menikmati panorama wisata. (dok.radarbali.id)
MEGAH: Menara Turyapada di Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng ini dilengkapi gondola untuk memudahkan pengunjung menikmati panorama wisata. (dok.radarbali.id)

 

DENPASAR, radarbali.id – Tower Turyapada di Kecamatan Sukasada Buleleng dirancang bukan hanya untuk pemancar siaran televisi. Gubernur Bali Wayan Koster optimistis dengan pembangunan Turyada sebagai destinasi wisata.

Kini kawasan Turyapada Tower memasuki babak akhir. Menara pemancar siaran sekaligus ikon pariwisata baru Bali Utara tersebut kini siap dilengkapi wahana gondola yang didatangkan secara bertahap dari Tiongkok.

Gubernur Koster menegaskan konstruksi fisik badan menara (body tower) telah tuntas 100 persen, sehingga fokus pengerjaan saat ini terpusat pada penataan kawasan dan pemasangan wahana pendukung.

Dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali pada Jumat (30/10/2026), Gubernur Koster menyampaikan unit gondola akan mulai dipasang pada November mendatang. Ia  mengejar target penyelesaian akhir tahun.

Baca Juga: Ada Temuan BPK di Proyek Turyapada Tower, Diskominfos Bali Jamin Tindak Lanjuti, Siapa Kena Bidik?

"Saya baru dapat laporan, gondolanya itu dikirim dari Cina itu secara bertahap sudah datang. November akan mulai dibangun, akhir Desember astungkara selesai. Tinggal nyari hari baik untuk peresmian," ujar Koster di hadapan pimpinan dan anggota dewan.

Selain pengadaan gondola beserta terminalnya, penataan kawasan Turyapada Tower meliputi pembangunan taman, area bersantai, restoran, hingga penataan jalan akses masuk.

Saat ini pengerjaan akses jalan tengah dikebut supaya kawasan menara dapat dikunjungi publik secara aman.

"Sudah banyak sekali yang bertanya-tanya, Pak kapan dibuka, kapan dibuka? Belum, lagi bikin jalan. Kalau tidak bikin jalan kan tidak bisa jalan kita ke sana, jadi bikin dulu jalannya," terang pejabat asal Desa Sembiran, Buleleng ini. 

Gubernur asal Buleleng ini optimistis keberadaan Turyapada Tower mampu memangkas ketimpangan ekonomi antara Bali Selatan dan Bali Utara.

Kehadiran destinasi baru ini diyakini akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi kawasan serta sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru bagi Kabupaten Buleleng dan wilayah sekitarnya seperti Tabanan.

"Kalau itu sudah, nah kita punya objek wisata baru di Bali Utara yang keren. Nggak kalah sama Menara Eiffel, nggak kalah sama menara apa namanya Tokyo Tower," tutur Koster.

Secara keseluruhan, proyek Turyapada Tower menghabiskan anggaran sekitar Rp670,5 miliar. Pendanaan utama proyek ini berakhir pada tahun anggaran 2026.

Kendati demikian, Pemprov Bali masih mengalokasikan sisa penataan sekitar Rp27 miliar pada tahun anggaran 2027 untuk penyempurnaan kawasan secara menyeluruh.

"Turyapada Tower yang menghabiskan anggaran cukup besar sampai selesai gitu kira-kira 670 miliar, itu sudah berakhir di tahun 2026. Ada dikit lanjutannya karena ada penataan baru, sedikit lagi 2027 tidak banyak, kalau tidak salah cuma 27 miliar gitu, supaya tuntas semua," bebernya.

Koster menambahkan, tuntasnya dua proyek fisik besar Tower  Turyapada dan Penataan Kawasan Suci Besakih pada 2026 berdampak pada penurunan alokasi belanja modal Pemprov Bali TA 2027 secara drastis.

Anggaran ratusan miliar rupiah yang sebelumnya terserap untuk mega proyek infrastruktur tersebut selanjutnya dialihkan untuk percepatan pemerataan infrastruktur jalan daerah di seluruh Bali.

"Jadi sekian ratus miliar itu tidak lagi, sehingga kami bisa geser ke prioritas yang lain, terutama infrastruktur jalan yang masih banyak harus kita kerjakan,"tandas Koster.***

 

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.id
Tower Turyapada Turyapada dipasang Gondola menara gubernur bali wayan koster