BANGLI-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bangli menjadi salah satu Lapas Piloting Project pelaksanaan rehabilitasi pemasyarakatan menyelenggarakan kegiatan Family Support Group (FSG).
Dalam penerapannya, warga binaan kasus narkoba menjalani rehabilitasi dengan bantuan dukungan langsung dari orang terdekat seperti keluarga. Seperti yang dilakukan pada Jumat (4/8) lalu, program itu digelar di Lapas Narkotika Bangli diikuti oleh 60 orang warga binaan. Mereka terdiri dari 50 rehabilitasi sosial dan 10 rehabilitasi medis. Lalu untuk kegiatan Family Support Group yang ke-2 diikuti sebanyak 20 orang warga binaan yang terbagi dalam 2 kelompok.
Komang Suryana selaku Program Manager program Rehabilitasi Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli mengatakan, kegiatan Family Support Group ini merupakan salah satu bagian yang menunjang keberhasilan program rehabilitasi. Tujuannya yakni menjadikan keluarga sebagai kekuatan warga binaan yang terlibat narkoba untuk berubah ke arah positif.
“Family Support Group atau kelompok pendukung keluarga adalah orang-orang terdekat yang saling mendukung satu sama lain dalam menghadapi masalah adiksi yang dihadapi oleh para warga binaan peserta rehabilitasi,” katanya.
Kegiatan Family Support Group dihadiri oleh keluarga inti seperti orang tua, anak, istri atau suami. Dalam kesempatan itu, para warga binaan kasus narkoba dipertemukan dengan keluarga. Lalu dilakukan acara sungkeman kepada orang tua dan penempelan harapan di pohon harapan yang dilakukan oleh keluarga.
Sementara itu, Kakanwil Kemenkumham Bali, Anggiat Napitupulu mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Family Support Group (FSG) yang Ke-2 di Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli. "Family Support Group ini memiliki peran penting dalam mendukung proses rehabilitasi para warga binaan dengan melibatkan keluarga sebagai sumber kekuatan,"ungkapnya.
Editor : Donny Tabelak