BANGLI , RadarBali.id – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Bangli pada Jumat (9/1/2026) memicu rentetan bencana alam di sejumlah titik. Akibatnya, fasilitas pendidikan rusak berat dan akses jalan utama terganggu.
Di Desa Batur Tengah, bangunan toilet SDN 2 Batur hancur terseret longsor sekitar pukul 14.53 Wita. Tanah yang labil akibat jenuh air tak mampu menahan beban bangunan hingga ambrol ke lahan pertanian warga.
"Bangunan toilet tergerus air dan jatuh ke lahan warga. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp150 juta," ungkap Kapolsek Kintamani, Kompol Made Dwi Puja Rimbawa.
Tak hanya sekolah, infrastruktur jalan juga terdampak serius. Di Jalan Raya Penelokan–Kintamani, bahu jalan jebol membentuk lubang raksasa sepanjang 10 meter dengan kedalaman mencapai 4 meter. Kondisi ini menyebabkan penyempitan jalur yang membahayakan pengendara.
Sementara itu di Desa Landih, longsor besar sepanjang 20 meter dengan ketinggian 80 meter menutup akses Tempek Boni menuju Banjar Landih. Polisi terpaksa menutup total akses tersebut demi keamanan. Di titik lain, warga bersama Bhabinkamtibmas bahu-membahu membersihkan material longsor yang menutupi jalan penghubung Banjar Langkan-Banjar Tiying.
"Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di jalur rawan selama cuaca ekstrem ini," tegas Kompol I Gusti Made Sudarma Putra, Kapolsek Bangli.[*]
Editor : Hari Puspita