Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pembangunan Pusat Perikanan Bali di Jembrana Dijadwalkan Mulai Juli 2023

Muhammad Basir • Senin, 3 Juli 2023 | 10:05 WIB
SUDAH DISIAPKAN : Kondisi  kolam labuh di kawasan PPN Pengambengan, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana.
SUDAH DISIAPKAN : Kondisi kolam labuh di kawasan PPN Pengambengan, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana.

NEGARA, Radar Bali.id - Rencana pengembangan pelabuhan perikanan Nusantara (PPN) menjadi pusat perikanan Bali oleh kementerian kelautan dan perikanan, hingga saat ini masih belum mulai pengerjaan fisik. Kabarnya, pengembangan PPN yang berada di Desa Pengambengan bertaraf internasional dimulai bulan Juli ini.

Pantaun di PPN Pengambengan, masih belum ada pengerjaan untuk pengembangan yang rencananya juga mereklamasi untuk memperluas kolam labuh dan sarana pendukung. Aktivitas nelayan yang ada di PPN dan sekitarnya masih seperti biasa.

Mengenai rencana pengembangan PPN Pengambengan bertaraf internasional ini, menurut sejumlah nelayan akan dimulai pada bulan Juli. "Kalau informasi terakhir, rencana bukaan Juli ini dimulai," kata ketua himpunan nelayan seluruh Indonesia (HNSI) Jembrana I Made Widanayasa.

Menurutnya, nelayan mendukung pengembangan PPN Pengambengan ini. Karena dengan pengembangan pelabuhan ini, maka nantinya diharapkan dengan ramainya aktivitas perikanan di PPN Pengambengan meningkatkan perekonomian masyarakat. Khususnya sekitar PPN Pengambengan.

Akan tetapi, pihaknya berharap rencana tersebut harus memperhatikan dampak negatif yang berpotensi terjadi. Diantaranya, mengenai rencana reklamasi yang dikhawatirkan berdampak abrasi pada daratan yang ada di sekitarnya seperti Cupel dan Banyubiru. "Hal ini harus diperhatikan. Karena dengan pembangunan pemecahan ombak di PPN Pengembangan saat ini, berdampak abrasi," ungkapnya.

Selain itu, pengembangan PPN Pengambengan yang nantinya akan memusatkan perikanan Bali di Jembrana, berdampak pada zona tangkap dan jalur penangkapan di Selat Bali. Terutama bagi nelayan lokal di Jembrana yang selama ini lebih banyak menangkap di perairan Selat Bali. "Selat Bali nanti tidak hanya jadi zona Penangkapan, tetapi juga jalur kapal," ungkapnya.

Dengan padatnya lalu lintas kapal ini, pihaknya berharap dilakukan sosialisasi lebih dini mengenai zona penangkapan dan jalur kapal agar nantinya tidak merugikan nelayan lokal. "Terpenting sebenarnya sosialisasi kepada nelayan harus ini lebih awal dan menyeluruh, agar  pengembangan yang diharapkan meningkatkan perekonomian tidak justru merugikan," terangnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan  Perikanan Jembrana I Ketut Wardana Naya mengatakan, mengenai pengembangan PPN Pengambengan menjadi pusat perikanan Bali yang bertaraf internasional merupakan rencana program dari kementerian kelautan dan perikanan. Pihaknya belum memperoleh informasi mengenai detail rencana dan waktu dimulainya proyek. "Kewenangan kementerian semua mengenai rencana itu," terangnya.

Seperti diketahui, PPN Pengambengan direkonstruksi menjadi pelabuhan perikanan internasional. Perluasan kawasan pelabuhan perikanan dengan anggaran Rp 891 miliar ini, selain menggunakan daratan yang ada, juga puluhan hektar laut akan digunakan akan menambah daratan baru dengan reklamasi laut dan menambah kolam labuh yang lebih luas.

 Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, saat mengunjungi PPN  Pengambengan, awal tahun 2023 lalu menyebutkan, pelabuhan perikanan bertaraf intensional dipilih di Pengambengan, karena pelabuhan Benoa sudah tidak ada lagi untuk perikanan, tetapi menjadi pelabuhan umum. Sehingga dipilih PPN Pengembangan untuk pengembangan pelabuhan perikanan.

Secara geografis wilayah, Jembrana dekat dengan Surabaya, Jawa Timur dan dekat dengan kawasan lain, termasuk posisi laut banda bersambung. Sehingga nantinya pelabuhan perikanan internasional ini yang modern.

Pembangunan mega proyek dianggarkan sebesar Rp 891 miliar. Anggaran berasal dari pinjaman luar negeri dari Islamic Development Bank (IsDB), dimulai pertengahan tahun 20223 ini. Pembangunan pelabuhan perikanan internasional ini, nelayan tradisional yang sudah lebih lama di Jembrana menjadi tuan rumah. Karena kuota paling tidak sekitar 35 persen untuk nelayan tradisional. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#perikanan bali #jembrana #pelabuhan perikanan