SINGARAJA– Keberadaan kamera Closed Circuit Television (CCTV) di kawasan-kawasan publik di Buleleng rupanya masih sangat minim. Hingga kini Pemkab Buleleng hanya mengelola enam unit CCTV yang terpasang di ruang publik.
Saat ini enam unit CCTV itu terpasang di empat titik. Sebanyak dua unit terpasang di Tugu Singa Ambara Raja, dua unit terpasang di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Yowana Asri, satu unit di Pasar Buleleng, dan satu unit di Simpang Kapten Muka.
Kepala Dinas Kominfo Buleleng, Ketut Suwarmawan menyebut kamera itu dipasang untuk memantau kondisi keamanan dan aktivitas masyarakat. Keberadaan kamera itu juga akan mendukung Buleleng menjadi smart city.
“Itu memang kita konsepkan jadi bagian dari mendukung smart city di Buleleng. Saat ini sudah dipasang di beberapa titik sebagai bentuk kontrol aktivitas yang bersifat ringan. Misalnya saat ada kepadatan lalu lintas dan sejenisnya,” kata Suwarmawan saat ditemui, Rabu kemarin (12/7).
Ia mencontohkan kamera yang terpasang di RTH Yowana Asri. Kamera itu dipasang untuk mengawasi kegiatan anak dan orang tua yang bermain di sana. Sehingga mereka aman dari tindak kejahatan, terutama penculikan dan kekerasan terhadap anak.
“Kami siapkan CCTV, tapi tidak ada wifi gratis. Supaya orang tua juga tetap konsentrasi mengawasi anaknya. Kami siapkan kamera supaya anak-anak juga lebih aman beraktivitas di sana,” ujarnya.
Sayangnya jumlah CCTV itu masih terlalu sedikit. Sejumlah smart city di Indonesia telah memiliki puluhan, bahkan ratusan titik kamera CCTV untuk mendukung keamanan masyarakat.
Suwarmawan sendiri tak menampik bila jumlah itu masih sangat minim. Alasannya anggaran terbatas, sehingga program harus diarahkan untuk kegiatan lain. Ia menyebut tahun ini pemerintah akan menambah tiga unit CCTV dengan jenis dome. Untuk satu unit kamera diperkirakan memakan biaya sebesar Rp 20 juta.
Nantinya kamera-kamera itu akan dipasang di Jalan Diponegoro, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno, dan di Taman Kota Singaraja. “Pemasangannya disesuaikan dengan titik rawan. Jadi bisa mencegah kejahatan juga,” tegasnya.
Editor : Donny Tabelak