Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tanda Tanya! Polresta Bungkam Soal Bukti Alat Oplos Gas Milik Sukojin dan Fakta Temuan Labfor Polda Bali di TKP

Andre Sulla • Rabu, 3 Juli 2024 | 13:00 WIB

 

FAKTA BARU: Ilustrasi gas oplosan. Polresta Denpasar bungkam soal temuan Labfor Polda Bali
FAKTA BARU: Ilustrasi gas oplosan. Polresta Denpasar bungkam soal temuan Labfor Polda Bali

DENPASAR, radarbali.id - Kasus ledakan dan kebakaran gudang elpiji CV Bintang Bagus Perkasa, Jalan Cargo Taman I, Denpasar Utara, telah merenggut 18 nyawa pekerja.

Anehnya, sampai detik ini Polresta Denpasar bungkam ketika ditanya soal pengakuan Sukojin soal oplosan dan isi dalam SK dari Bidang Laboratorium Forensik Polda Bali. 

Kepada radarbali.id, Kepala Bidang (Kabid) Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali Kombes I Nyoman Sukena mengungkapkan proses penyelidikan penyebab ledakan hingga memicu kebakaran gudang gas LPG di Jalan Taman Cargo I, Denpasar, sudah selesai dilakukan. 

 Baca Juga: Fokus Latihan di Kandang, Bali United Gelar Latihan Perdana

Bahkan hasil penyelidikan dilakukan Labfor  sudah diserahkan ke Polresta Denpasar dalam bentuk SK. Sayangnya, Kombes I Nyoman Sukena enggan merespons ketika disinggung mengenai apakah ada bukti alat oplos yang ditemukan saat olah TKP. 

Ia hanya mengatakan, asal api dan arah ledakan sudah tahu, dan sudah diserahkan ke penyidik, setelah tiga kali lakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Selama pemeriksaan tersebut, petugas meneliti beberapa sampel barang bukti. Salah satunya, tabung gas 50 kilogram dengan penutup berbentuk katup.

 Baca Juga: Bali United Akhirnya Diperkuat Duet Tajam Samurai Jepang Mitsuru Maruoka – Kenzo Nambu

Dikatakan, secara teori Sukena sedikit menjelaskan, tabung yang bocor akan mengeluarkan gas. Lalu, kebocoran memicu ledakan. Karena ada komposisi tertentu di dalam (semburan kebocoran) gas yang memicu ledakan. 

Jadi, dalam suhu, kepadatan, dan jarak tertentu pasti meledak. "Kasus begini sering terjadi. Kena korek api sedikit, pasti nyembur dan terjadi ledakan," tuturnya sembari menyarankan wartawan agar konfirmasi ke penyidik Polresta menyangkut temuan dari Bid Labfor Polda Bali.

"Kami sudah olah TKP, periksa barang bukti, dan buat berita acara. Penyebab ledakan dan kebakaran sudah tertera di sana. Silahkan konfirmasi ke penyidik," pintanya.

 Baca Juga: Minta Auditor Dihadirkan sebagai Saksi, Pengawas Yayasan Dhyana Pura: Jika Benar Ada Penggelapan Rp 25 Miliar maka Dhyana Pura Pasti Bangkrut!

Dikonfirmasi terkait pengakuan Sukojin menyangkut dugaan oplos, dan hasil temuan Labfor tersebut Kasi Humas Polresta Denpasar terkesan bungkam.

Juru bicara Polresta Denpasar mengaku pertanyaan dari wartawan akan disampaikan ke pimpinan dan jawaban akan diberitahukan. Hingga berita ini diterbitkan, Kasi Humas belum juga merespon. 

Sementata itu, kelangkaan gas yang terjadi beberapa pekan terakhir menjadi sorotan berbagai kalangan. Termasuk yang paling getol menyuarakan hal tersebut, anggota DPR RI Nyoman Parta. 

 Baca Juga: Penahanan Tersangka Oplos Gas Elpiji Subsidi Abiansemal Ditangguhkan, Anak Jadi Jaminan, Klaim Tak Ada Nombok Rp 50 Juta

Hasil rapat koordinasi yang digelar politisi kelahiran Gianyar itu dengan pihak terkait, distribusi gas LPG di Bali sudah normal pasca kebakaran gudang gas LPG milik Sukojin di Denpasar pada Minggu, 9 Juni 2024. 

"Pasca ledakan gudang Sukojin dan jeda sementara para pengoplos, gas LPG lancar jaya. Penjualan resmi LPG 12 Kg, 50 Kg pada agen agen meroket sampai 300 persen," tulis Nyoman Parta, melalui akun media sosialnya, Selasa (2/7).

Politisi PDI Perjuangan ini mengaku telah memantau ketersediaan gas melon di seluruh Bali. Menurutnya, stok gas elpiji 3 kg di warung-warung dan pangkalan sangat melimpah.

"Melalui bantuan para relawan, kami monitor ketersediaan gas melon atau LPG 3 kg di seluruh Bali," tambahnya. 

Di pangkalan maupun di warung-warung, persediaan gas sangat banyak. Bahkan, pangkalan saat ini mengalami kesulitan untuk menghabiskan stok gasnya.

"UMKM berjalan seperti biasa, warung-warung dan lapak kuliner beroperasi, binatu, kandang penggemukan ayam juga menggunakan LPG berjalan dengan baik dan gas lancar," tutup Parta.***

Editor : M.Ridwan
#Labfor Polda Bali #ledakan elpiji #Oplos gas #Sukojin #kebakaran #polresta denpasar #fakta baru #gudang lpg