Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Resmikan KEK Sanur dan BIH, Ini yang Disampaikan Presiden Prabowo saat Sambutan

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 26 Juni 2025 | 13:02 WIB
SAMPAIKAN PESAN SAMBUTAN: Presiden Prabowo Subianto saat peresmian Kawasan Ekonomi Khusu (KEK) Sanur dan Bali International Hospital Rabu (25/6/2025). (Foto: Ni Kadek Novi Febriani/Radar Bali)
SAMPAIKAN PESAN SAMBUTAN: Presiden Prabowo Subianto saat peresmian Kawasan Ekonomi Khusu (KEK) Sanur dan Bali International Hospital Rabu (25/6/2025). (Foto: Ni Kadek Novi Febriani/Radar Bali)

DENPASAR, Radar Bali.id-  Presiden Republik Indonesia ke-8 Prabowo Subianto berkunjung ke Bali. Absen pembukaan Pesta Kesenian Bali(PKB) ke-47, Prabowo datang ke Bali resmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur,  Bali International Hospital (BIH)  dan Rumah Sakit Sun Wellness  and Aesthetic Center RSUP Prof Ngoerah kemarin (25/6/2025).

Tiba di The Meru, Prabowo Subianto disambut ratusan anak-anak sekolah dengan membawa bendera. Ia mengenakan batik warna coklat dan ada corak biru didampingi diantaranya Menteri Kesehatan, Menteri Pariwisata, Menteri BUMN, dan Seskab.

 Pada sambutannya, mengatakan bangga dengan  pertama kali di Indonesia mencanangkan  KEK peruntukkan pelayanan kesehatan dunia.  Infrastruktur kesehatan yang dirintis zaman Presiden Joko Widodo, tapi ia yang meresmikan.

” Saya berbahagia hari ini saya resmikan padahal KEK dirintis zaman presiden Joko Widodo. Sekali lagi gunakan kesempatan mengajak semua memberikan penghargaan untuk keputusan  membuka Kawasan Ekonomi Khusus ini. Karena Kawasan Ekonomi Khusus  diputuskan di bawah pemerintah Joko Widodo,”ucapnya.

DISAMBUT ANAK-ANAK: Prabowo Subianto disambut ratusan anak-anak sekolah dengan membawa bendera. (foto: Ni Kadek Novi Febriani)
DISAMBUT ANAK-ANAK: Prabowo Subianto disambut ratusan anak-anak sekolah dengan membawa bendera. (foto: Ni Kadek Novi Febriani)

Selama  ini banyak warga Indonesia berobat ke luar negeri sehingga menyebabkan pengeluaran devisa. Ada 2 juta masyarakat ke luar negeri untuk berobat menghabiskan Rp 150 triliun per tahun. ”Pengobatan di luar negeri menyebabkan pengeluaran  devisa besar. Dengan inisiatif memberikan pelayanan kesehatan ini   tidak kalah terbaik di dunia,” kata Prabowo Subianto.  

Prabowo menerangkan,   negara melindungi rakyat meliputi semua aspek. Pertama terkait kesejahteraan dan kehidupan itu berarti rakyat dilindungi dari kelaparan dan kemiskinan. Langkah membantu keluar kemiskinan meningkatkan kualitas hidup terutama kesehatan “Pengeluaran kesehatan mengambil porsi besar pengeluaran setiap warga. Negara harus hadir dan berani untuk menjadi pelopor dalam menjamin menjaga kesehatan seluruh rakyat,” ujarnya.

Prabowo telah melihat fasilitas KEK Sanur dan fasilitas rumah sakit di Sanur itu dengan alat-alat yang canggih. Tidak hanya warga Indonesia, harapannya BIH dapat menerima pasien dari luar khususnya kawasan Asia Tenggara, Asia- Pasifik dan sebagainya.

Lebih dari itu, Prabowo menerangkan  pokok suatu negara dalam melaksanakan pemerataan kesejahteraan antara lain memberi pelayanan kesehatan yang terbaik yang bisa diberikan untuk seluruh rakyat. Pendidikan dan kesehatan   adalah wahana peningkatan kesejahteraan  rakyat.”Dalam rangka membangun kemandirian suatu bangsa maka  KEK sangat penting karena itu saya sangat menghargai dan   menghargai presiden sebelum kita merintis pelayanan kesehatan terbaik,” katanya.

Lebih jauh dijelaskan  semua Presiden dari pertama hingga terakhir telah membangun pelayanan kesehatan. Prabowo merasa bahagia  mewarisi kebaikan dari kepemimpinan presiden-presiden  sebelumnya.”Yang saya tangkap ini harus berani untuk meneladani. Marilah  kita harus ingat jasa-jasa  yang baik dari pendahulu kita.  Pendahulu dari semua tingkatan karena  negara ini tidak dibangun satu dua orang tapi lapisan demi lapisan,” tutur  Presiden yang juga Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Harapan Prabowo masyarakat tidak mampu secara ekonomi dapat mendapat fasilitas di Bali International Hospital dengan   intervensi pemerintah mengadakan asuransi untuk masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi.”Ini tidak batasi bukan kalangan atas. Dengan pelayanan kesehatan dibutuhkan siapapun. Bila perlu asuransi pemerintah intervensi sehingga kurang mampu  secara ekonomi bisa dapat akses terbaik karena ada alat canggih,” bebernya.[*]

Editor : Hari Puspita
#kek #rsup prof ngoerah #Presiden Prabowo #peresmian