DENPASAR, Radar Bali.id- Presiden Republik Indonesia ke-8 Prabowo Subianto berkunjung ke Bali. Absen pembukaan Pesta Kesenian Bali(PKB) ke-47, Prabowo datang ke Bali resmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali International Hospital (BIH) dan Rumah Sakit Sun Wellness and Aesthetic Center RSUP Prof Ngoerah kemarin (25/6/2025).
Tiba di The Meru, Prabowo Subianto disambut ratusan anak-anak sekolah dengan membawa bendera. Ia mengenakan batik warna coklat dan ada corak biru didampingi diantaranya Menteri Kesehatan, Menteri Pariwisata, Menteri BUMN, dan Seskab.
Pada sambutannya, mengatakan bangga dengan pertama kali di Indonesia mencanangkan KEK peruntukkan pelayanan kesehatan dunia. Infrastruktur kesehatan yang dirintis zaman Presiden Joko Widodo, tapi ia yang meresmikan.
” Saya berbahagia hari ini saya resmikan padahal KEK dirintis zaman presiden Joko Widodo. Sekali lagi gunakan kesempatan mengajak semua memberikan penghargaan untuk keputusan membuka Kawasan Ekonomi Khusus ini. Karena Kawasan Ekonomi Khusus diputuskan di bawah pemerintah Joko Widodo,”ucapnya.
Selama ini banyak warga Indonesia berobat ke luar negeri sehingga menyebabkan pengeluaran devisa. Ada 2 juta masyarakat ke luar negeri untuk berobat menghabiskan Rp 150 triliun per tahun. ”Pengobatan di luar negeri menyebabkan pengeluaran devisa besar. Dengan inisiatif memberikan pelayanan kesehatan ini tidak kalah terbaik di dunia,” kata Prabowo Subianto.
Prabowo menerangkan, negara melindungi rakyat meliputi semua aspek. Pertama terkait kesejahteraan dan kehidupan itu berarti rakyat dilindungi dari kelaparan dan kemiskinan. Langkah membantu keluar kemiskinan meningkatkan kualitas hidup terutama kesehatan “Pengeluaran kesehatan mengambil porsi besar pengeluaran setiap warga. Negara harus hadir dan berani untuk menjadi pelopor dalam menjamin menjaga kesehatan seluruh rakyat,” ujarnya.
Prabowo telah melihat fasilitas KEK Sanur dan fasilitas rumah sakit di Sanur itu dengan alat-alat yang canggih. Tidak hanya warga Indonesia, harapannya BIH dapat menerima pasien dari luar khususnya kawasan Asia Tenggara, Asia- Pasifik dan sebagainya.
Lebih dari itu, Prabowo menerangkan pokok suatu negara dalam melaksanakan pemerataan kesejahteraan antara lain memberi pelayanan kesehatan yang terbaik yang bisa diberikan untuk seluruh rakyat. Pendidikan dan kesehatan adalah wahana peningkatan kesejahteraan rakyat.”Dalam rangka membangun kemandirian suatu bangsa maka KEK sangat penting karena itu saya sangat menghargai dan menghargai presiden sebelum kita merintis pelayanan kesehatan terbaik,” katanya.
Lebih jauh dijelaskan semua Presiden dari pertama hingga terakhir telah membangun pelayanan kesehatan. Prabowo merasa bahagia mewarisi kebaikan dari kepemimpinan presiden-presiden sebelumnya.”Yang saya tangkap ini harus berani untuk meneladani. Marilah kita harus ingat jasa-jasa yang baik dari pendahulu kita. Pendahulu dari semua tingkatan karena negara ini tidak dibangun satu dua orang tapi lapisan demi lapisan,” tutur Presiden yang juga Ketua Umum Partai Gerindra ini.
Harapan Prabowo masyarakat tidak mampu secara ekonomi dapat mendapat fasilitas di Bali International Hospital dengan intervensi pemerintah mengadakan asuransi untuk masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi.”Ini tidak batasi bukan kalangan atas. Dengan pelayanan kesehatan dibutuhkan siapapun. Bila perlu asuransi pemerintah intervensi sehingga kurang mampu secara ekonomi bisa dapat akses terbaik karena ada alat canggih,” bebernya.[*]
Editor : Hari Puspita