DENPASAR, Radarbali.id – STKIP Agama Hindu Amlapura melangsungkan wisuda Program Sarjana S1 ke XXIX Tahun 2025 di Hotel Prama Sanur, Denpasar Selatan, Sabtu (6/12/2025). Kegiatan ini melibatkan 182 wisudawan yang terdiri dari Prodi S1 Pendidikan Agama Hindu, Pendidikan Bahasa Bali, dan Pendidikan Bahasa Inggris. Momen istimewa itu juga dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Hindu, Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Nengah Duija, M.Pd.
Diwawancara di lokasi wisuda, Prof. Nengah Duija menjelaskan, pihaknya selaku pembina Program Studi berkaitan agama yang berada di bawah Kementrian Agama RI sudah banyak memberikan suport berupa bantuan.
”Secara fisik kami sudah membantu pembangunan gedung yang di 2024 dan sudah selesai dan sudah digunakan, termasuk sarana prasarananya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bali.
Selain bantuan pembangunan fisik, pihaknya Kementrian juga telah memberikan bantuan berupa pemberian beasiswa KIP untuk Sarjana S1 dan beasiswa untuk mahasiswa S3. Segala dukungan ini menurutnya bertujuan agar universitas ini bisa berkontribusi terhadap pembangunan daerah, khususnya Karangasem.
”Kami mendorong supaya perguruan tinggi yang satu-satunya ada di Karangasem bisa berkontribusi terhadap perkembangan dan pembangunan di Karangasem. Apa yang dibutuhkan oleh Karangasem, itu mungkin bisa diakomodir oleh kampus,” jelasnya.
Saat ditanya apakah Karangasem membutuhkan tambahan lembaga pendidikan serupa, Duija mengatakan bahwa yang diperlukan saat ini adalah memajukan kualitas lulusannya.
”Karangasem itu kalau kita paksa mereka untuk kuliah ke luar Karangasem sangat kesulitan. Karena topografi daerahnya sangat berbeda dengan daerah lain di Bali. Diharapkan kampus ini berkontribusi mencerdaskan generasi muda. Karena yang dicari sekarang adalah kualitas lulusan,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua STKIP Agama Hindu Amlapura, Dr. I Komang Badra, S.Pd., M.Pd.H. didampingi Ketua Yayasan, Ir. Ida Bagus Ngurah Mantra menyebut, lulusan STKIP Agama Hindu Amlapura diharapkan bisa terserap dunia kerja. Pihaknya yakin lulusan universitas memiliki kompetensi mumpuni.
”Karena selama ini lulusan kami sudah seratus persen terserap di dunia kerja, termasuk saat pengangkatan P3K kemarin itu banyak alumni kami, begitu juga di penyuluh agama, kebanyakan dari alumni kami,” bebernya.
Selama ini tantangan yang dihadapi adalah banyaknya mahasiswa kurang mampu. Untungnya, dukungan dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, Kementerian Agama RI terus mengalir.
”Dari sarana prasarana dan juga termasuk dosen pengajar,” pungkasnya. (***)
Editor : Maulana Sandijaya