RADAR BALI - Januari 2026 bukan sekadar pergantian kalender bagi Persebaya Surabaya, melainkan sebuah fajar baru yang sarat akan ekspektasi.
Narasi besar yang mengiringi langkah Green Force di awal tahun ini adalah dimulainya era kepemimpinan Bernardo Tavares.
Meski hanya akan melakoni tiga pertandingan sepanjang bulan ini, setiap laga menjadi panggung pembuktian sekaligus ujian mental yang krusial bagi tim kebanggaan Kota Pahlawan.
Tekanan di awal tahun kian terasa karena Januari menandai peralihan kepemimpinan di ruang ganti. Sebelum sentuhan magis Bernardo Tavares benar-benar terasa, manajemen Persebaya bergerak cepat dengan menunjuk sosok legendaris, Uston Nawawi, sebagai pelatih kepala sementara.
Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas tim tetap terjaga dan secara administratif menghindarkan klub dari sanksi denda Rp 100 juta, mengingat Uston telah memenuhi syarat lisensi.
Uston akan memimpin tim dalam laga pembuka bulan ini sebelum Tavares resmi mengambil alih komando di awal Januari.
"Kami mendapat mandat dari manajemen untuk mendampingi tim sampai pertandingan melawan Madura. Setelah itu, kami menunggu kedatangan Coach Bernardo Tavares," ungkap Uston Nawawi lugas.
Derbi Suramadu: Parade Mantan dan Gengsi Wilayah
Ujian pertama di Januari langsung menyuguhkan tensi tinggi lewat Derbi Suramadu. Persebaya dijadwalkan melawat ke markas Madura United di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, pada Sabtu, 3 Januari 2026 pukul 19.00 WIB.
Menariknya, laga ini dibumbui oleh hubungan "mesra" kedua klub di bursa transfer yang menciptakan parade mantan di atas lapangan. Efek "Jembatan Suramadu" seolah nyata menghubungkan kedua tim. Nama-nama seperti Koko Ari, Francisco Rivera, dan Malik Risaldi yang kini berseragam hijau, berpeluang besar menghadapi mantan timnya.
Bagi Green Force, kemenangan adalah harga mati untuk melanjutkan tren positif setelah sebelumnya melumat Persijap Jepara 4-0. Tambahan tiga poin di Pamekasan akan menjadi modal berharga bagi posisi mereka di klasemen sekaligus kado selamat datang bagi Tavares.
Menjaga Momentum di Gelora Bung Tomo
Sepekan berselang, tepatnya Sabtu, 10 Januari 2026, Persebaya akhirnya kembali ke rumah sendiri. Mereka akan menjamu Malut United di Stadion Gelora Bung Tomo pada pukul 15.30 WIB. Laga kandang ini dipandang sebagai momentum krusial untuk mengamankan poin penuh di hadapan Bonek dan Bonita.
Pada titik inilah sorotan publik akan tertuju sepenuhnya pada Bernardo Tavares. Kehadirannya membawa harapan akan perubahan gaya bermain yang lebih disiplin secara taktik dan memiliki intensitas tinggi. Namun, tantangan terbesarnya adalah waktu adaptasi yang sangat singkat di tengah kompetisi yang sedang berjalan.
Ujian Penutup di Yogyakarta
Rangkaian jadwal berat Januari akan ditutup dengan laga tandang menghadapi PSIM Yogyakarta pada Minggu, 25 Januari 2026. Bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, bukan perkara mudah. Atmosfer stadion yang fanatik menuntut fokus ekstra agar ritme kompetisi tetap terjaga.
Januari memang menjadi bulan yang "pendek" namun berisiko tinggi. Jika mampu menyapu bersih poin di tiga laga ini, fondasi era Bernardo Tavares akan terbentuk sangat kuat.
Sebaliknya, setiap poin yang hilang bisa menjadi beban awal bagi sang pelatih anyar. Di bawah bayang-bayang rivalitas dan harapan baru, Persebaya Surabaya kini bersiap membuktikan bahwa mereka siap terbang lebih tinggi di tahun 2026.***
Editor : Ibnu Yunianto