Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gempar! Hilang Semalam, Bocah SMP Tenggelam Ditemukan Tak Bernyawa di Bendungan

M.Ridwan • Sabtu, 3 Desember 2022 | 15:00 WIB
TENGGELAM: Evakuasi jenazah bocah siswa SMP tenggelam di Bendungan Titab di evakuasi oleh Tim SAR gabungan.
TENGGELAM: Evakuasi jenazah bocah siswa SMP tenggelam di Bendungan Titab di evakuasi oleh Tim SAR gabungan.
BUSUNGBIU – Kadek Rangga Mahardika, 13,  bocah asal Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan yang dilaporkan hilang saat menjaring ikan di Bendungan Titab, akhirnya ditemukan. Dia ditemukan dalam  kondisi tak bernyawa di areal genangan bendungan. Korban ditemukan sekitar pukul 11.05 pagi kemarin (2/12). Dia ditemukan  pada hari kedua pencarian.

Proses pencarian sebenarnya telah dilakukan  sejak Kamis (1/12) lalu. Tim SAR Gabungan melakukan pencarian di hulu bendungan. Ada pula yang menyusuri area hilir bendungan dengan berjalan kaki, sekaligus mengecek kondisi pinggir bendungan. Namun hingga pukul 23.00 malam, hasil pencarian masih nihil.

Tim SAR kemudian melanjutkan proses pencarian pada pukul 05.30 pagi kemarin. Pos SAR Buleleng mengerahkan dua orang personel untuk melakukan  penyelaman di areal genangan bendungan. Hanya saja proses penyelaman terkendala jarak pandang,  karena kondisi air yang keruh.

Tepat sekitar pukul 11.05, warga yang menyaksikan proses pencarian, melihat jenazah korban  yang perlahan mengambang ke permukaan. Jenazah korban muncul sekitar 100 meter arah  utara, dari posisi korban dinyatakan hilang.

Tim SAR kemudian mengerahkan perahu karet ke lokasi untuk mengevakuasi korban. Saat ditemukan, korban dinyatakan dalam kondisi tidak bernyawa.

Tadinya tim SAR berencana membawa jenazah korban menggunakan ambulans. Namun pihak keluarga meminta agar jenazah segera dipulangkan. Akhirnya jenazah korban dibawa ke Desa Bantiran menggunakan mobil patroli Polsek Busungbiu. Jenazah langsung diantar ke Setra Desa Adat Bantiran untuk menjalani proses upacara.

Kepala Pos SAR Buleleng Dudi Librana mengatakan, sesuai rencana operasi, pihaknya berencana melakukan penyisiran sekitar 500 meter dari titik korban terakhir kali terlihat. Selain itu pihaknya juga sengaja menurunkan penyelam, karena ada kecurigaan jika korban masih terlilit jaring atau terjebak lumpur di dasar genangan bendungan.

“Sekitar pukul 11.00 ada warga yang melihat jenazah korban mulai mengambang. Sehingga langsung kami evakuasi ke darat,” kata Dudi.

Sekadar diketahui sebelumnya, seorang remaja asal Desa Bantiran dilaporkan hilang pada Senin (1/12) sore lalu. Remaja itu adalah Kadek Rangga, 13. Ia datang bersama Putu Arta Wiguna, 23. Keduanya berasal dari Desa Bantiran. Mereka tadinya hendak menjaring ikan di hulu bendungan, namun mendadak terpeleset.

Arta Wiguna berhasil menyelamatkan diri. Dia tadinya berusaha menyelamatkan rekannya dengan menarik jaring. Namun ia tak cukup kuat menarik jaring tersebut, hingga korban terus tenggelam ke dasar bendungan. (eps/rid)

  Editor : M.Ridwan
#Kadek Rangga Mahardika #ditemukan tewas #tim sar gabungan #tewas di bendungan Titab #bocah tenggelam