Meski lelah, ternyata ada KPPS yang tertantang. Meski menghitung hingga dini hari, namun ada yang ingin melakukan penghitungan di Pemilu lima tahun lagi. Selain itu, ada KPPS yang sengaja memercikkan tirta ke kotak suara demi memohon keselamatan kerja.
BERTUGAS sebagai anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) kurang diminati di Kabupaten Klungkung.
Sebagai gambaran, saat perekrutan, kuota KPPS di Kabupaten Klungkung tidak terpenuhi meski telah dilakukan perpanjangan dengan penyederhanaan persyaratan.
Meski begitu, ada sejumlah orang yang ingin kembali menjadi anggota KPPS walau telah merasakan payahnya bertugas saat Pemilu 2024.
Seperti anggota KPPS Pemilu 2024, Widya Indrayani dan Ni Made Lisna Dewi. Widya mengungkapkan perhitungan surat suara di TPS 001, Desa Gunaksa tempatnya bertugas berlangsung mulai Rabu (14/2/2024) hingga Kamis (15/2/2024) sekitar pukul 00.30. Perhitungan surat suara berlangsung hingga tengah malam
lantaran surat suara tidak sah terselip pada surat suara sah saat perhitungan surat suara calon presiden dan wakil presiden. Di mana hal itu membuat KPPS harus melakukan perhitungan ulang. “Untungnya ketemu,” ujar Widya.
Rasa lelah dan kantuk sangat Widya rasakan saat tahapan pemungutan suara. Terutama kelelahan pada tangan. Sebab dia harus menulis C-hasil yang cukup menguras energi mengingat jumlah surat suara dan
calon legislatif yang bersaing cukup banyak. “Kesulitan di penulisan C-hasil karna terlalu banyak,katanya.
Meski begitu, dia mengaku tidak kapok menjadi anggota KPPS. Bahkan dia mengaku tertarik kembali bergabung sebagai anggota KPPS di Pemilu selanjutnya. Itu karena banyak pelajaran yang dia dapatkan, mulai dari pentingnya bekerja sama, pengetahuan dalam gelaran pemilu dan lainnya. “Saya juga tertarikuntuk menjadi anggota KPU,” ungkapnya.
Begitu juga yang dikatakan Dewi. Dia mengaku tertarik kembali menjadi anggota KPPS meski lelah sangat dia rasakan saat bertugas pada Pemilu 2024. Dia mengaku melakukan perhitungan suara mulai Rabu (14/2/2024) hingga Kamis (15/2/2024) sekitar pukul 02.00. Perhitungan suara dilakukan hingga dini hari lantaran dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindari terjadinya Pemungutan Suara Ulang (PSU).
“Saya ingin kembali bergabung menjadi KPPS pada pemilu selanjutnya. Menyenangkan menjadi KPPS,
apalagi bisa ketemu teman-teman baru,” tandas wanita yang bertugas sebagai KPPS di TPS 011, Desa
Nyalian tersebut. (dewa ayu pitri arisanti/francelino junior/editor: ib indra prasetia)
Editor : Hari Puspita