Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pandemi Covid, Gubernur Koster Putuskan Tidak Ada Kenaikkan UMP 2021

Donny Tabelak • Jumat, 6 November 2020 | 12:15 WIB
pandemi-covid-gubernur-koster-putuskan-tidak-ada-kenaikkan-ump-2021
pandemi-covid-gubernur-koster-putuskan-tidak-ada-kenaikkan-ump-2021

DENPASAR - Upah Minimum Provinsi (UMP) Bali 2021 tidak ada kenaikan seperti sebelum-sebelumnya.


Keputusan tidak menaikkan UMP Bali 2021 berdasar keputusan Gubernur Bali Nomor: 495/03-M/HK/2020 lantaran pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir.


Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali IB Arda mengatakan bahwa kesepakatan tersebut sudah melalui rapat tanggal 22 Oktober dan 27 Oktober dengan Dewan Pengupahan Provinsi Bali dan serikat pekerja.


Hasilnya disepakati besaran UMP Bali 2021 sebesar Rp 2.494.000. "Di Bali upah minimum provinsi 2021 sesuai edaran Menaker sama dengan 2020, besarannya Rp 2.494.000 per bulan.


Hasil rapat Dewan Pengupahan Provinsi tanggal 22 Oktober 27 Oktober juga sepakat. Sebenarnya 22 Oktober disepakati setuju (sama nominal UMP) dengan Dewan pengupahan Provinsi


dan serikat pekerja, tapi kami tunggu keputusan Menaker nanti ada surat edaran menaker. Ternyata benar 26 Oktober


surat edarah antara lain mengharapakan gubernur upah minimum 2021 sama dengan 2020," jelasnya.


Sedangkan untuk UMK, menurut Gus Arda, memberikan kewenangan terhadap wali kota/bupati. Yang jelas wajib diatas UMP.

Editor : Donny Tabelak
#pandemi covid-19 #gubernur koster