Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jeritan Pedagang Terminal Wangaya yang Akan Digusur di Kala Pandemi

Yoyo Raharyo • Selasa, 26 Oktober 2021 | 16:15 WIB
jeritan-pedagang-terminal-wangaya-yang-akan-digusur-di-kala-pandemi
jeritan-pedagang-terminal-wangaya-yang-akan-digusur-di-kala-pandemi


DENPASAR – Matinya sejumlah transportasi umum di Kota Denpasar membuat sejumlah di Kota Denpasar berubah fungsi. Di antaranya menjadi pasar. Seperti terjadi di Terminal Wangaya dan Kreneng.



 



Namun, ratusan pedagang di dua terminal itu rencananya akan digusur. Ini karena dua terminal tersebut akan dikembalikan ke fungsi awalnya sebaga simpul transportasi.



 



Rencana penggusuran ini membuat ratusan pedagang di dua terminal itu resah. Senin (25/10), puluhan dari ratusan pedagang di Terminal Wangaya menggelar demonstrasi ke Gedung DPRD Kota Denpasar.



 



Yang datang ini adalah puluhan pedagang bunga di Terminal Wangaya. Mereka menggeruduk kantor wakil rakyat meminta kejelasan nasib bila sampai digusur.



 



Sebanyak 25 pedagang menggruduk Kantor DPRD Kota Denpasar dengan membentangkan spanduk. Sebanyak 5 orang perwakilan dari pedagang tersebut pun diterima oleh Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandira bersama Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, I Ketut Suteja Kumara serta Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan.



 



Perwakilan pedagang, I Gede Sadra mengatakan pihaknya mengaku mendapat informasi dari media massa tentang rencana dikembalikannya fungsi Terminal Wangaya.



 



Pihaknya pun resah terkait dengan rencana tersebut karena berhubungan dengan kelangsungan penghasilan mereka dari berjualan bunga.



 


“Kami resah, makanya mengadu ke sini karena kami punya keluarga, ada anak-anak, apalagi pandemi Covid-19,” katanya.



Sadra menceritakan  awalnya pedagang bunga ini berjualan di pelataran Pasar Badung dengan menggunakan mobil, tetapi akibat kebakaran semua pedagang direlokasi ke eks Tiara Grosir, Jalan Cokroaminoto Denpasar.



  


“Tujuh bulan kami berjualan di jalan tersebut, kami ditertibkan Satpol PP dan Dinas Perhubungan, dan kami dipindahkan ke Pasar Priuk. Karena tidak ada lampu, kami pun kembali ke jalan,” katanya.


 


Akhirnya dilaksanakan pertemuan kembali dan mereka diizinkan berjualan di Terminal Wangaya.


 



“Setelah dapat berjualan tenang, kenapa sekarang Terminal Wangaya dikembalikan lagi," kata dia penuh tanya.






Editor : Yoyo Raharyo
#denpasar #pedagang