Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tri Suci Waisak, Ratusan Umat Berjajar di Jalan Gunung Agung, Serahkan Dana Pindapata Kepada Bhikkhu Sangha

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Jumat, 10 Mei 2024 | 15:10 WIB
CARI BERKAH: Ratusan umat Budha berjajar di jalan Gunung Agung Denpasar memberikan dana pindapata kepada Bhikku serangkayan Hari Suci Waisak 2568 BE Tahun 2024.
CARI BERKAH: Ratusan umat Budha berjajar di jalan Gunung Agung Denpasar memberikan dana pindapata kepada Bhikku serangkayan Hari Suci Waisak 2568 BE Tahun 2024.

DENPASAR, radarbali.id  - Vihara Buddha Sakyamuni (VBSM) Denpasar menggelar Pindapata dalam rangkaian menyambut Tri Suci Waisak 2568 BE Tahun 2024, Kamis (9/5/2024) pagi.

Ratusan umat nampak berdiri berjajar di sepanjang Jalan Gunung Agung sejak pukul 06.00 WITA untuk menyerahkan dana Pindapata kepada Bhikkhu Sangha.

Untuk diketahui, tradisi Pindapata merupakan cara pendekatan masyarakat secara agama Buddha dan juga merupakan kebiasaan dari para Buddha. Baik Buddha yang lampau, Buddha yang sekarang, maupun Buddha yang akan datang.

Baca Juga: Sumardi Mendaftar di Partai Nasdem, Sinyal Kuat Koalisi Golkar atau Sebatas Manuver Politik?

Humas Vihara Buddha Sakyamuni, Handi menyebutkan dalam gelarannya tahun ini, Pindapata diikuti oleh enam Bhikkhu dan satu Samanera. Di antaranya Bhikkhu Cittagutto Mahathera, Bhikkhu Sucirano Mahathera, Bhikkhu Sujano Mahathera, Bhikkhu Dhammaratano, Bhikkhu Indamedho, Bhikkhu Pabhajayo, dan Samanera Indaviryo.

"Hanya saja, tradisi ini kurang memasyarakat dalam masyarakat Buddhis Indonesia. Jika dirunut arti katanya, Pindapata berasal dan dua suku kata, yaitu Pinda dan Patta," ujarnya.

Pinda memiliki arti gumpalan atau bongkahan yang dalam hal ini adalah makanan. Kemudian Patta berarti mangkuk makan. Sehingga Pindapata adalah pengumpulan makanan dengan mangkuk oleh para Bhikkhu dari rumah ke rumah penduduk.

Baca Juga: Dewa Sukrawan Roadshow, Daftar via Nasdem, Datangi Gerindra, Hanura dan PDIP Buleleng, Hasilnya Belum Jelas

"Banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan ber-Pindapata. Tidak hanya bagi para Bhikkhu, umat Buddha juga memperoleh kesempatan untuk berbuat baik. Di samping itu juga untuk melestarikan Buddha Dhamma yang merupakan kewajiban umat," kata Handi.

Diberitakan sebelumnya, Pandita Madya (PMY) Drs. Sutikno Gunawan menjelaskan tradisi Pindapatta atau berdana makan kepada Bhikku ini tak hanya diikuti oleh umat Buddha.

"Biasanya umat yang sekitar Jalan Gunung Agung sampai vihara ini, ada dari Hindu, Muslim, mereka ikut. Karena (kegiatannya, red) tidak terbatas. Semua umat, semua makhluk silahkan kesempatan menghaturkan kebajikan," paparnya.

Baca Juga: Kebakaran di TPA Suwung Berhasil Dipadamkan, Truk Sampah Mulai Antre Lakukan Pembuangan

Seusai pelaksanaan Pindapata, rangkaian dalam menyambut Tri Suci Waisak dilanjutkan dengan upacara Pattidana atau pelimpahan jasa para leluhur pada Minggu (19/5) mendatang.

Setelahnya barulah dilaksanakan puncak peringatan Hari Trisuci Waisak 2568 BE pada Kamis (23/5), dengan tema 'Memperkokoh Persatuan Dalam Keberagaman.' Peringatan Waisak tahun ini akan diisi dengan puja bakti kemudian meditasi menanti detik-detik Waisak pada pukul 21.52.42 WITA.***

Editor : M.Ridwan
#Pindapata #Vihara Buddha Sakyamuni #bhikku