DENPASAR, Radarbali.id - Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di Kota Denpasar terus menjadi perhatian dari Pemkot Denpasar. Sebelumnya, TPSS di Lumintang berhasil disulap menjadi skatepark.
Tak hanya itu, TPSS Jalan Gunung Agung juga tengah dirombak menjadi Puskesmas ibu dan anak. Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara ungkap pihaknya dalam waktu dekat akan menyasar dua TPSS lainnya.
”Sekarang yang kami memang sasar itu yang pertama (TPSS, red) yang ada di Kreneng dan yang ada di Mal Level 21 (TPSS Jalan Pulau Seram, red),” ungkapnya ketika ditemui Senin 29 Juli 2024 di Graha Sewaka Dharma, Denpasar.
Baca Juga: TPSS eks Pasar Loak Ditutup 1 Mei 2024, Warga Membuang Sampah ke Mana?
Kendati demikian, langkah yang diambil belum sampai penutupan permanen seperti di TPSS Lumintang maupun TPSS Jalan Gunung Agung. Namun dengan pola kerja pengangkutan sampah di hari yang sama.
”Pengertian menutup itu bisa menutup permanen, bisa dengan pola kerja dia tidak sampai sampahnya menginap. Sore itu juga habis dengan memberikan dukungan truk dan mobil wheel loader untuk mengangkutnya,” sambungnya.
TPSS tersebut nantinya hanya menjadi tempat titipan dan langsung diambil. Selain memaksimalkan kinerja di TPSS, persoalan sampah di Kota Denpasar pun juga digencarkan dengan pembangunan TPS3R yang sudah ada di 22 desa.
Baca Juga: Dinas PUPR Kota Denpasar Angkut 100 Ton Sampah Drainase Selama Juli 2024, Targetkan 60 Titik di Bulan Agustus
Disebutnya TPS3R di Kota Denpasar sudah dilengkapi dengan 17 mesin gibrig, penambahan sekitar 20 truk, hingga penambahan dua wheel loader. Sehingga penanganan sampah kota bisa lebih optimal dengan keberadaan TPS3R ini.
”Tapi yang paling penting itu sekarang sampah yang ke TPA-nya sudah jauh berkurang dari 250 ton dengan kami kerjakan di TPS3R,” kata Jaya Negara.
Keberhasilan penanggulangan sampah melalui TPS3R inilah yang akhirnya berimbas pada penutupan dua TPSS yang ada di Kota Denpasar. ***
Editor : Made Dwija Putera