BTN – RSUP Prof. Ngoerah Wujudkan Integrasi Layanan Perbankan, Kesehatan, dan Wisata Medis

M.Ridwan • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 21:24 WIB
KOLABORASI: Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu (kiri) dan Direktur Utama RSUP Prof. I.G.N.G. Ngoerah Bali, dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, S.Kp., M.Kes, menunjukkan dokumen MoU kedua pihak di Ngoerah Sun, Jumat (16/10/2026). (MIFTAHUDDIN HALIM/radarbali.id)
KOLABORASI: Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu (kiri) dan Direktur Utama RSUP Prof. I.G.N.G. Ngoerah Bali, dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, S.Kp., M.Kes, menunjukkan dokumen MoU kedua pihak di Ngoerah Sun, Jumat (16/10/2026). (MIFTAHUDDIN HALIM/radarbali.id)

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com  — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi menjalin kemitraan strategis dengan RSUP Prof. I.G.N.G. Ngoerah.

Kolaborasi ini dirancang untuk memperkuat ekosistem kesehatan sekaligus membuka potensi besar wisata medis (medical tourism) di Bali.

Kesepakatan ini ditandai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Denpasar, Bali.

Melalui sinergi ini, BTN tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan keuangan digital, tetapi juga bertindak sebagai mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis wellness tourism.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, dalam sambutan menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan bagian dari transformasi bisnis perbankan BTN. Perseroan berfokus untuk melangkah lebih jauh dari sekadar transaksi perbankan konvensional menuju pengembangan ekosistem bisnis terpadu.

"Bagi BTN, kemitraan ini merupakan kehormatan sekaligus peluang untuk menghadirkan manfaat nyata bagi kedua institusi—baik nasabah, pegawai BTN, tenaga medis, pegawai RSUP Ngoerah, maupun masyarakat Bali," ungkap Nixon.

Nixon menambahkan, pergeseran tren kesehatan masyarakat saat ini tidak lagi sekadar pengobatan (curative), melainkan telah bergeser ke arah pencegahan penyakit, kebugaran, dan gaya hidup (preventive & lifestyle).

Kebutuhan akan medical check-up, healthy ageing, hingga perawatan estetika terus meningkat drastis.

 

Potensi Pasar Wellness Tourism Global

Perubahan gaya hidup masyarakat global membuka peluang besar bagi Bali untuk mengintegrasikan sektor pariwisata dan kesehatan secara harmonis.

Data Global Wellness Institute menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan:

Indikator Ekonomi

Nilai / Pertumbuhan

Nilai Ekonomi Wellness Global (2024)

USD 6,8 Triliun

Proyeksi Pasar Wellness Global (2029)

USD 9,8 Triliun

Pertumbuhan Industri Wellness Tourism (2024)

13,8% YoY

Potensi pasar ini menjadi fondasi utama bagi Bali untuk memperkuat posisinya di kancah internasional—tidak hanya sebagai destinasi keindahan alam dan budaya, tetapi juga sebagai pusat layanan kesehatan berkualitas tinggi.

Salah satu pilar utama pengembangan medical tourism di Bali adalah kehadiran Ngoerah Sun Wellness and Aesthetic Center yang diresmikan pada Oktober 2024. Fasilitas milik RSUP Prof. I.G.N.G. Ngoerah ini memfokuskan layanan pada segmen non-JKN melalui 4 layanan unggulan:

Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menahan laju masyarakat lokal yang berobat ke luar negeri sekaligus menarik wisatawan mancanegara melalui paket wisata medis yang terintegrasi.

Diversifikasi Bisnis BTN di Luar Sektor Perumahan

Langkah strategis BTN di Bali ini sejalan dengan arah ekspansi perseroan. BTN kini secara serius menggarap empat sektor non-perumahan yang dinilai memiliki potensi pasar masif di Indonesia:

1.  Pariwisata

2.  Kesehatan

3.  Pendidikan

4.  Pemerintah Daerah (Pemda)

"Keempat sektor ini memiliki market yang besar di Indonesia dan akan menjadi karakter pengembangan bisnis BTN ke depan selain sektor perumahan," jelas Nixon.

Dalam kerja sama ini, BTN menyediakan:

Direktur Utama RSUP Prof. I.G.N.G. Ngoerah Bali, dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, S.Kp., M.Kes., mengapresiasi dukungan BTN dalam mendorong modernisasi dan tata kelola keuangan rumah sakit.

"Kami berharap kerja sama ini dapat menghadirkan pengelolaan keuangan yang semakin modern, transparan, efisien, dan akuntabel, sekaligus memberikan kemudahan serta manfaat nyata bagi seluruh pegawai rumah sakit," tutur Sukadarma.

Sukadarma menyakini bahwa dengan kombinasi SDM medis berkualitas dan sarana prasarana modern, layanan kesehatan Bali sangat siap untuk bersaing di tingkat internasional.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
bank tabungan negara ekosistem bisnis wisata medis RSUP Prof IGNG Ngoerah kerjasama