UBUD, radarbali.jawapos.com – Falala Chocolate Bali resmi membuka gerai terbaru bernama Falala Artisan Chocolate Ubud, memperkuat eksistensinya sebagai oleh-oleh favorit wisatawan dengan sentuhan seni dan budaya khas Bali.
Terletak di jantung Ubud, tepat di samping Puri Ubud dan Pasar Ubud, gerai ini menghadirkan pengalaman baru menikmati cokelat lumer premium dalam suasana yang lebih artistik dan bermakna.
Falala Chocolate Bali sudah lama dikenal sebagai brand cokelat khas Bali yang viral dan digemari wisatawan dari seluruh Indonesia.
Dikenal dengan teksturnya yang melt in your mouth, kemasan eksklusif, dan varian rasa yang kaya, Falala menjadi pilihan utama oleh-oleh dari Bali.
Produk ini hadir dalam dua ukuran—small (20 bar) dan large (40 bar)—yang cocok untuk dibagi, dinikmati sendiri, ataupun dijadikan hadiah.
Tujuh varian rasa Falala yang sudah dikenal luas meliputi Hazelnut, Matcha, Dark, Extra Dark, Berry, Caramel, dan Bali’s Coffee. Pelanggan juga bisa memilih kombinasi dua rasa dalam satu box.
Cokelat Falala dipastikan 100% halal tanpa campuran alkohol, menjadikannya aman untuk dikonsumsi semua kalangan.
Berkat kelezatannya dan tampilan premium, Falala kini telah hadir di enam cabang strategis di Bali—termasuk di Bandara Ngurah Rai, Kuta, Icon Mall, Living World, dan pusat kota Denpasar. Dengan hadirnya cabang di Ubud, wisata kuliner di kawasan ini semakin lengkap.
Kini pengunjung bisa menikmati cokelat Falala sebagai dessert maupun sajian hot chocolate yang hangat—sempurna dinikmati di suasana sejuk dan damai Ubud. Kehadiran Falala menjadi nilai tambah dalam destinasi wisata Ubud yang memang dikenal sebagai pusat seni dan ketenangan.
Cabang terbaru ini dinamai Falala Artisan Chocolate Ubud, dan menjadi satu-satunya gerai Falala yang mengangkat pendekatan seni dan budaya secara lebih mendalam.
Nama "Artisan" mencerminkan keunikan konsep dan sajian di dalamnya: ada 18 menu cokelat baru, termasuk berbagai minuman cokelat yang hanya tersedia di lokasi ini. Konsep ini juga menjadi penghormatan terhadap Ubud sebagai tempat kelahiran Falala—dengan makna 'ubad' (obat) yang selaras dengan filosofi cokelat sebagai comfort food yang menyembuhkan dan memberi kebahagiaan.
Editor : Rosihan Anwar