RADAR BALI – Menjelang pergantian bulan, isu mengenai harga BBM naik kembali menjadi perbincangan hangat di masyarakat.
Berdasarkan pantauan di berbagai SPBU per hari ini, Senin (30/3/2026) siang, harga bahan bakar minyak (BBM) masih terpantau stabil mengikuti penyesuaian terakhir pada 1 Maret lalu.
Namun, fluktuasi harga minyak global memicu spekulasi terkait potensi BBM naik 1 April 2026 besok.
Hingga saat ini, operator seperti Pertamina, Shell, hingga Vivo masih memberlakukan harga lama hasil penyesuaian awal bulan ini.
Bagi konsumen di Pulau Dewata, memantau harga Pertamax dan jenis nonsubsidi lainnya menjadi krusial untuk mengatur pengeluaran mobilitas harian.
Update Harga BBM Pertamina: Bali, Jakarta, dan NTT
Untuk wilayah Bali dan Jakarta, harga BBM nonsubsidi masih seragam.
Perlu dicatat bahwa dalam penyesuaian terakhir pada 1 Maret 2026, harga Pertamax (RON 92) telah mengalami kenaikan sebesar Rp 500 menjadi Rp 12.300 per liter.
Berikut rincian lengkap harga BBM Pertamina per 30 Maret 2026:
Jenis BBM Bali & Jakarta NTT Keterangan
Pertalite (RON 90) Rp 10.000 Rp 10.000 Stabil
Biosolar (Subsidi) Rp 6.800 Rp 6.800 Stabil
Pertamax (RON 92) Rp 12.300 Rp 12.600 Naik Rp 500
Pertamax Turbo Rp 13.100 Rp 13.350 Turun Rp400
Dexlite (CN 51) Rp 14.200 Rp 14.500 Turun Rp1.200
Pertamina Dex Rp 14.500 Rp 14.800 Naik Rp 450
Pertamax Green 95 Rp 13.150 - Turun Rp 350
Perbandingan Harga BBM Swasta: Shell, BP, dan Vivo
Tidak hanya Pertamina, operator swasta seperti Shell dan Vivo juga terpantau kompak menaikkan harga pada periode yang sama.
Kenaikan harga rata-rata menyentuh angka Rp300 hingga Rp1.000 per liter pada produk tertentu.
Harga BBM Shell:
Shell Super: Rp12.390 (naik dari Rp12.050)
Shell V-Power Diesel: Rp14.620 (naik dari Rp13.600)
Harga BBM BP-AKR:
BP 92: Rp12.390 (naik dari Rp12.050)
BP Ultimate: Rp12.920 (naik dari Rp12.500)
BP Ultimate Diesel: Rp14.620 (naik dari Rp13.600)
Harga BBM Vivo:
Revvo 92: Rp12.390 (naik dari Rp12.050)
Revvo 95: Rp12.930 (naik dari Rp12.500)
Diesel Primus Plus: Rp14.610 (naik dari Rp13.600)
Potensi Perubahan Harga 1 April 2026
Meski kondisi saat ini cenderung stabil, tren harga BBM naik biasanya diumumkan pada tanggal 1 setiap bulannya oleh Pertamina dan operator swasta lainnya.
Hal ini menyesuaikan dengan rata-rata harga minyak mentah dunia (MOPS) dan nilai tukar rupiah.
Masyarakat diharapkan tetap memantau kanal resmi untuk kepastian apakah akan ada kebijakan BBM naik 1 April 2026 atau justru harga akan kembali terkoreksi turun.
Hingga sore ini, Senin, 30 Maret 2026, Pertamina belum memberikan pengumuman resmi mengenai daftar harga BBM terbaru untuk 1 April 2026.
Sesuai prosedur rutin, pengumuman resmi biasanya baru akan dirilis melalui laman resmi Pertamina atau Pertamina Patra Niaga tepat pada pukul 00.00 WIB setiap awal bulan.
Namun, saat ini sudah banyak prediksi dari para ekonom dan analis energi yang memperkirakan adanya kenaikan harga yang signifikan. Berikut adalah poin-poin penting yang sedang berkembang:
Potensi Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi
Harga BBM nonsubsidi (Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex) diramal akan naik sekitar 5 % hingga 10 %.
Ekonom memperkirakan kenaikan antara Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per liter untuk jenis Pertamax dan Dex series.
Penyebab Utama: Lonjakan harga minyak mentah dunia (Brent menembus USD 116 per barel) akibat eskalasi konflik di Timur Tengah dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Status BBM Subsidi (Pertalite & Biosolar)
Hingga saat ini, pemerintah berkomitmen untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi seperti Pertalite (Rp 10.000) dan Biosolar (Rp 6.800) guna menjaga daya beli masyarakat, meskipun beban kompensasi APBN terus membengkak.
Jenis BBM Harga Bali & Jakarta Prediksi 1 April 2026
Pertalite (RON 90) Rp 10.000 Tetap (Subsidi)
Biosolar (Subsidi) Rp 6.800 Tetap (Subsidi)
Pertamax (RON 92) Rp 12.300 Estimasi Rp 14.300
Pertamax Turbo Rp 13.100 Estimasi Naik
Dexlite (CN 51) Rp 14.200 Estimasi Naik
Pertamina Dex Rp 14.500 Estimasi Naik
Catatan: Untuk wilayah NTT, harga saat ini masih berada di kisaran Rp12.600 untuk Pertamax karena perbedaan tarif PBBKB.
Mengapa Harga BBM Diprediksi Naik?
Para ekonom energi memproyeksikan kenaikan ini didorong oleh dua faktor utama:
Harga Minyak Mentah Dunia: Harga minyak jenis Brent yang telah menembus angka psikologis USD 116 per barel.
Nilai Tukar Rupiah: Tekanan terhadap kurs rupiah meningkatkan biaya impor bahan bakar bagi operator.
Jika prediksi kenaikan sebesar Rp 2.000 per liter untuk harga Pertamax benar terjadi, maka selisih harga dengan Pertalite akan semakin lebar, yang dikhawatirkan memicu migrasi konsumsi ke BBM subsidi.***
Editor : Ibnu Yunianto