Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ketua HIMKI Bali Bantah Anggapan Kurs Dolar Naik Untungkan Eksportir, Justru Pengusaha Kerajinan Kondisinya Begini

Ni Kadek Novi Febriani • Senin, 25 Mei 2026 | 05:05 WIB
TERDAMPAK KURS: Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Bali, Hani Duarsa. (Sumber untuk radarbali.id)
TERDAMPAK KURS: Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Bali, Hani Duarsa. (Sumber untuk radarbali.id)

​DENPASAR, radarbali.jawapos.com — Melemahnya nilai tukar rupiah akibat terus meningkatnya kurs dolar USD acap dinilai menguntungkan para pengusaha ekspor.

Namun, anggapan tersebut dibantah keras oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Bali, Hani Duarsa.

Kenyataannya, meroketnya dolar USD justru menyulitkan pengusaha kerajinan karena biaya produksi membengkak akibat biaya operasional yang melonjak.

Sebagai pengusaha, ia terpaksa menaikkan harga jual sehingga ada beberapa customer di Amerika Serikat yang akhirnya membatalkan pesanan.

​"Beberapa material pendukung produksi, seperti bahan finishing, masih bergantung pada impor. Begitu juga dengan beberapa komponen mebel yang dibeli menggunakan dolar. Akibatnya, kenaikan kurs ini justru menaikkan biaya produksi," ungkap Hani Duarsa, Minggu (24/5/2026).

Baca Juga: Edukasi! Bank Indonesia Ajak UMKM Waspada Penipuan Digital dan Perkuat Literasi Keuangan dalam Pintar Bareng GoPay Bersama UMKM Bali 

​Dia menyebut, biaya untuk bahan finishing tercatat meningkat hingga kisaran 32 persen. Angka itu bahkan belum termasuk biaya transportasi rute Denpasar–Surabaya yang mengalami kenaikan hingga 100 persen sejak bulan Maret 2026.

Hani menilai kondisi ini memaksa para pengusaha untuk mengencangkan ikat pinggang demi mengatur arus kas (cash flow).

"Ada kesulitan mengatur cash flow. Tiba-tiba dolar naik sekian, dalam beberapa hari sudah naik lagi. Kebingungan sebetulnya," tambahnya.

​Para pengusaha kerajinan kini menghadapi ketidakpastian karena fluktuasi nilai tukar ini berdampak langsung pada stabilitas harga jual di pasar internasional.

Hani mengatakan, jika sebelumnya ia berani memberikan jaminan harga tetap (fixed price) selama satu tahun, kini penyesuaian harga terpaksa dilakukan setiap kali ada pesanan baru.

Perubahan ini memicu reaksi negatif dari para pembeli (buyer), terutama di pasar utama seperti Amerika Serikat. Bahkan, ia sendiri mengalami penurunan volume permintaan hingga 20 persen akibat harga baru yang dianggap tidak lagi masuk akal oleh pembeli.

"Sempat ada yang membatalkan order karena harganya tiba-tiba sangat tidak masuk akal," keluh Hani.

​Kenaikan kurs dolar ini kian mengancam industri kerajinan Bali yang semakin tertekan di tengah persaingan global yang ketat dengan negara-negara kompetitor seperti Vietnam, India, dan Cina. Hani menilai kondisi ini memerlukan intervensi nyata dari pemerintah.

Baca Juga: Puluhan Pelaku UMKM Dibantu Percepat Proses Izin Edar oleh BBPOM di Denpasar 

"Benar-benar sedang lesu sekali. Kalau pemerintah tidak mau mengambil langkah membantu kita, habislah kita dibandingkan Vietnam, India, atau Cina," ungkap Hani.

​Sebagai Ketua HIMKI Bali, ia mengimbau seluruh anggotanya untuk memanfaatkan potensi pasar lokal guna mengimbangi penurunan kinerja ekspor. Ekspor kerajinan Bali sendiri diprediksi akan merosot hingga akhir tahun 2026 jika kurs dolar tetap bertahan di angka yang tinggi.

"Harapannya kondisi segera membaik dan pemerintah bisa berpihak kepada UKM. Jangan hanya dilihat keuntungan karena dolar naik, tetapi di balik itu ada biaya produksi yang meningkat luar biasa," tandasnya.***

Editor : M.Ridwan
#HIMKI Bali #Industri Mebel dan Kerajinan #pelemahan nilai tukar rupiah #kurs dolar