Budidaya ikan lele pada kolam terpal kian diminati warga perumahan di Tabanan. Memanfaatkan lahan yang terbatas tak jauh dari rumahnya I Wayan Suarjaya melakukan budidaya ikan lele. Seperti apa?
Pada lahan dengan luas satu are kurang yang disewanya bersebelahan dengan bengkel body mobil yang berada di Perumahan Griya Multi Jadi (GMJ), Banjar Dinas Jadi Desa, Desa Banjar Anyar Kediri. Itulah lokasi budidaya ikan lele milik I Wayan Suarjaya warga perumahan GMJ Blok VII.
Setiap pagi dan libur kerja Sabtu dan Minggu I Wayan Suarjaya menengok kolam ikan lele yang terbuat dari terpal beratapkan paranet hitam.
Kolam terpal ikan lele dengan diameter lingkaran 3 meter dan tinggi sekitar 60 Cm terisi 1.500 sampai 2.000 ikan lele. Warga asal Karangasem tertarik melakukan budidaya ikan lele dengan memanfaatkan lahan perumahan yang terbatas awal untuk sekedar hiburan saja, namun kini menjadi peluang bisnis tambahannya.
Baca Juga: Masa Jabatan Akan Berakhir, Bupati Gianyar Sebut Kepuasan Masyarakat Cukup Tinggi
“Dibilang hiburan ya, dibilang bisnis atau usaha juga ya,” ujar pria berusia 50 tahun ditemui di kolam terpal ikan lele miliknya, Selasa (8/8).
Dia menyebut ada dua jenis ikan lele yang dibudidaya saat ini. Yakni jenis ikan lele sangkuriang dan jenis ikan lele mutiara. Bedanya lele sangkuriang dengan lele mutiara terletak bentuknya.
“Lele Sangkuriang agak panjang dan warna lebih hitam. Sedangkan lele mutiara agak pendek tapi gemuk dengan warna agak keputihan,” ungkapnya sambil memberikan pakan.
Suarjaya menjelaskan tertarik memanfaatkan budidaya ikan lele dengan kolam terpal yang memanfaatkan lahan terbatas di perumahan bukan tanpa alasan. Awalnya hanya mencoba atau eksperimen semata, kebetulan dulu dirinya di kampung sebagai peternak ayam.
Baca Juga: Gas Bocor Saat Masak Kuah Bakso, Warung Zailani Ludes Terbakar
Namun malah membuatnya tertarik, selain karena ikan lele dengan cepat masa pertumbuhannya dan resiko kematian kecil. Juga karena faktor kebutuhan ikan lele untuk konsumsi di Bali sangatlah tinggi.
“Di Bali saya amati belum untuk kebutuhan pabrik, tapi untuk konsumsi masyarakat sangat tinggi. Seperti penjualan lalapan. Bahkan masih kurang pasokannya buktinya ikan lele masih didatangkan dari daerah Jawa. Kalau bakul saya mencari 2 ton ikan lele setiap hari untuk konsumsi,” terangnya.
Budidaya ikan lele dengan kolam terpal tak butuh banyak biaya. Untuk satu kolam terpal ukuran diameter lingkaran 3 meter cukup membutuhkan biaya pembuatan sekitar Rp 1,5 juta.
Baca Juga: Jadi Influencer Judi Online dengan Bayaran Rp 33 Juta, Selebgram Cantik Dijerat Pasal ITE
Mulai dari terpal, besi dan pipa untuk sirkulasi air. Bahkan kekuatan dari kolam terpal ini mampu bertahan sampai lima tahun lebih.
“Kolam terpal ikan lele memang sangat pas untuk budidaya pada lahan-lahan rumah yang terbatas. Di Bali sendiri kini makin banyak peminatnya,” ucapnya.
Kolam terpal dengan diameter lingkaran 3 meter tersebut mampu menampung ikan lele 1.500 sampai 2.000 ekor.
Sementara dari pemberian pakan sendiri masih menggunakan pakan pabrik yang pelet. Dengan pemberian pakan dua kali dalam sehari pagi dan malam.
“Kalau pakai pakan alternatif saya belum berani takut resiko. Karena belum pernah mencoba. Pengen mencoba usus ayam, karena mengandung nutrisi tinggi, tapi belum pernah saya coba,” tuturnya.
Baca Juga: Mengerikan! Belok tanpa Hidupkan Lampu Sein Motor, Siswi SMK Tewas Tertabrak Mobil
Dia menambahkan sejauh ini dari 1.500 ikan lele yang ditebar dalam kolam terpal dipanen setiap tiga bulan sekali. Dengan panen menghasilkan 150 kilogram ikan lele untuk konsumsi.
Untuk harga sendiri perkilogram ikan lele saat ini untuk kebutuhan konsumsi sekitar Rp 20 ribu. “Kalau saya pasokan masih untuk konsumsi di Bali,” sebutnya.
Dari sisi pemeliharaan sangat mudah, namun pemeliharaan tetap bergantung pada kondisi air dan pemberian pakan sendiri. untuk lele usia kecil baru beberapa minggu kondisi airnya harus berwarna hijau. Kemudian lele pada umur remaja dengan warna air harus coklat kemerahan dan usia dewasa harus warna air coklat pekat.
"Selain itu budidaya ikan lele harus cukup pencahayaan sinar matahari," tandasnya.***
Editor : M.Ridwan