Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Melongok Peninggalan Gubernur Sunda Kecil di Museum Buleleng: Mobil dan Jas Kerja Jadi Pengingat Sejarah

Eka Prasetya • Senin, 14 Agustus 2023 | 07:30 WIB

 

MOBIL KERJA: Mobil milik mantan Gubernur Sunda Kecil, MR. I Gusti Ketut Pudja di Museum Buleleng
MOBIL KERJA: Mobil milik mantan Gubernur Sunda Kecil, MR. I Gusti Ketut Pudja di Museum Buleleng

Sosok MR. I Gusti Ketut Pudja, Gubernur Sunda Kecil pertama, cukup dikenang. Saat ini sejumlah benda warisannya masih dapat dilihat di Museum Buleleng. Apa saja?

 

SEBUAH mobil berwarna biru terparkir di dekat pintu masuk Museum Buleleng. Bagian kap mobil terlihat sudah berkarat dimakan usia. Mobil itu merupakan salah satu koleksi museum yang sengaja diletakkan di luar ruangan.

Mobil dengan nomor polisi B 2854 AS itu merupakan kendaraan bersejarah. Mobil tersebut pernah digunakan MR. Pudja, mantan Gubernur Sunda Kecil pertama. Mobil itu merupakan kendaraan dinas tatkala Pudja menjabat sebagai Kepala Badan Pemeriksa Keuangan.

Kendaraan itu merupakan salah satu koleksi Museum Buleleng. Pihak keluarga menghibahkan mobil tersebut pada tahun 2001 silam.

Pengelola Museum Buleleng, Wayan Santika mengatakan, mobil itu dihibahkan keluarga kepada Yayasan Pelestarian Warisan Budaya Bali Utara. Pengurus yayasan kemudian bertolak ke Singaraja mengambil mobil dengan merek Fiat itu.

Santika menuturkan mobil diambil pada tahun 2001 silam. Saat diambil, mobil sudah tak bisa digunakan. Mesin sudah mati. Aki sudah tidak berfungsi, ditambah lagi ada kerusakan di bagian radiator.

Sehingga mobil harus diangkut menggunakan truk ke museum. “Kalau bawa masuk itu ya dikatrol di pintu depan. Setelah didorong sampai ke lokasinya sekarang ini. Baru didongkrak, biar tidak cepat kempes,” kata Santika.

Mobil itu diyakini berasal dari pabrikan Fiat di Australia yang diproduksi pada tahun 1960 silam. Pudja sempat menggunakan mobil itu tatkala menjabat sebagai Ketua BPK. Sayangnya biaya perawatan untuk benda-benda bersejarah itu tak banyak. Padahal kebutuhan cukup besar.

Staf Dinas Kebudayaan Buleleng, Made Parwija mengatakan, untuk merawat mobil itu ia harus membersihkan debunya sepekan sekali. Selain itu setiap tiga bulan mobil juga harus diolesi pelumas. “Kalau nggak begitu, tambah banyak karatnya,” kata Parwija.

Selain mobil, di museum juga terdapat jas kerja dari Mister Pudja. Tercatat ada tiga stel pakaian yang kini dipajang di ruang tengah. Satu stel pakaian berwarna hitam, satu stel pakaian berwarna krem, dan lainnya hanya berupa jas berwarna putih dengan motif kotak-kotak.

“Disimpan di dalam kaca biar aman dari debu. Jadi bagian luarnya saja yang saya bersihkan,” demikian Parwija.

Untuk diketahui, MR. Pudja merupakan salah satu tokoh penting dalam penyusun kemerdekaan Indonesia. Ia masuk dalam Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dalam rapat PPKI pada 22 Juni 1945, Pudja sebagai perwakilan masyarakat di Indonesia Timur, keberatan dengan sembilan butir isi Piagam Jakarta. Karena butir-butir Piagam Jakarta menitikberatkan penerapan syariat Islam. Akhirnya poin itu direvisi pada sidang PPKI pada 18 Agustus 1945.

Pudja juga menjadi orang Bali pertama yang meraih pendidikan tinggi di bidang hukum. Ia diberi gelar MR yang berarti Meester in Rechten yang berarti sarjana hukum. Pudja wafat pada 4 Mei 1977 lalu dalam usia 69 tahun. Presiden Soeharto sempat memberi anugerah Bintang Mahaputra Utama. Pada 7 November 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan gelar pahlawan nasional kepada Pudja lewat Keputusan Presiden Nomor 131/TK/Tahun 2011. Wajahnya pun diabadikan dalam uang logam Rp 1.000 emisi 2016 hingga kini.***

 

Editor : M.Ridwan
#ketut pudja #gubernur bali pertama #museum buleleng #sunda kecil #peninggalan