Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ketika Remaja Difabel Buleleng Dilatih Jadi Barista: Tak Sekadar Bekal Keterampilan, Juga Diajari Buka Usaha

Francelino Junior • Kamis, 19 September 2024 | 02:05 WIB
SANGAT ANTUSIAS :Belasan remaja difabel mendapatkan pelatihan khusus untuk jadi barista,sebagai salah satu upaya membangkitkan gairah hidup mereka. (Foto: Dinas Kominfosanti Buleleng untuk Radar Bali)
SANGAT ANTUSIAS :Belasan remaja difabel mendapatkan pelatihan khusus untuk jadi barista,sebagai salah satu upaya membangkitkan gairah hidup mereka. (Foto: Dinas Kominfosanti Buleleng untuk Radar Bali)

Suratan takdir yang membuat mereka beda dengan kita yang normal. Mereka punya hak yang sama, untuk mnadiri, punya usaha dan punya harapan serta semangat untuk berwirausaha.

ACARA ini disambut antusias. Ini membangkitkan gairah hidup dilakukan oleh Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Dagperinkop UKM) Kabupaten Buleleng.

Mereka melatih belasan remaja difabel menjadi barista, bahkan diberikan juga pendampingan usaha.

Kegiatan positif ini berlangsung pada Selasa (17/9/2024) di Gedung PLUT Buleleng. Yang terlaksana atas kerja sama dengan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) dan Buleleng Social Community (BSC). 

Kepala Dinas Dagperinkop UKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta menjelaskan bahwa kegiatan tujuan ini sangat mulia. Yakni membangkitkan gairah hidup remaja difabel yang telah lulus SMA/sederajat.

Sebanyak 13 remaja difabel yang dinilai memiliki kemauan kuat untuk belajar menjadi barista yang handal dan mampu bersaing, mendapatkan pelatihan ini. Jadi mereka mendapatkan kemampuan dan pengetahuan teknis.

”Kenapa menyasar kaum difabel? Karena mereka juga mempunyai hak yang sama dengan masyarakat umum, untuk menjadi pelaku usaha,” jelasnya.

Dewa Sudiarta melanjutkan, selain sebagai tempat pelatihan untuk masyarakat biasa, PLUT Buleleng juga sebagai ruang pelatihan dan pendampingan inklusif bagi kaum difabel. Yang nantinya dilanjutkan dengan pelatihan berkelanjutan, dengan harapan mampu mencetak kaum difabel tadi menjadi wirausaha atau pelaku usaha.

”Setelah pelatihan ini, mereka kami lanjut dorong lagi untuk mengembangkan bisnis,” sambungnya.

Sementara itu, Made Eka Tirtayana, Ketua BSC mengatakan bahwa ada tiga jenis pelatihan yang diberikan kepada 13 remaja difabel itu. Ini juga berdasarkan diskusi bersama dengan kaum difabel. Yakni pelatihan barista, cooking class, dan bartender.

Katanya, 13 orang remaja difabel ini merupakan pembuka untuk pelatihan-pelatihan selanjutnya. Pendampingan pun akan terus dilakukan, sehingga mereka benar-benar siap menjadi pelaku usaha.

Sedangkan untuk pembiayaan usaha, di luar biaya pelatihan, pihaknya pun tengah melakukan koordinasi dengan kolaborator lainnya. 

”Di sini kan ada kafe, nah nanti adik-adik difabel kami wadahi di situ dulu agar lebih terlatih. Kami programkan magang di sini dulu,” ujarnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#difabel #pelatihan #barista #buleleng