Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Badah! Proyek Jalan Belong–Patas Senilai Rp5,4 Miliar di Gianyar Ini Rusak Gegara Dihajar Hujan, Warga Soroti Kualitas dan Drainase Buruk

Ida Bagus Indra Prasetia • Kamis, 23 Oktober 2025 | 17:50 WIB
RUSAK LAGI : Kondisi jalan penghubung Banjar Belong menuju Banjar Patas, Desa Taro, Tegallalang, Gianyar. (Istimewa)
RUSAK LAGI : Kondisi jalan penghubung Banjar Belong menuju Banjar Patas, Desa Taro, Tegallalang, Gianyar. (Istimewa)

 

GIANYAR, RadarBali.id – Proyek perbaikan jalan penghubung Banjar Belong menuju Banjar Patas, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, kembali menuai sorotan tajam.

Badan jalan yang baru saja diperbaiki dengan alokasi anggaran fantastis Rp5,4 miliar dari APBD Kabupaten Gianyar, hancur benyah latig setelah diguyur hujan pada Rabu (22/10/2025).

Kerusakan berulang ini membuat warga geram dan menuding buruknya kualitas pengaspalan serta masalah drainase yang tak terselesaikan menjadi biang keladi.

Warga Sampai Bersihkan Material Proyek

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi parah: koral pemadatan jalan yang belum sepenuhnya rampung tergerus air hujan deras yang meluap. Material proyek bahkan meluber ke jalan raya, mengganggu aktivitas pengendara dan menimbulkan bahaya.

Kondisi ini cepat viral di media sosial setelah diunggah oleh warga setempat, Junaidi. Ia menuturkan bahwa insiden serupa sudah pernah terjadi sebelumnya, menandakan adanya masalah fundamental dalam pengerjaan proyek.

”Ini sudah kejadian kedua kali. Sebelumnya juga seperti ini, dan warga Banjar sempat ikut membersihkan material di jalan,” keluh Junaidi, menunjukkan keprihatinan atas minimnya tanggung jawab kontraktor.

Warga lainnya, I Made Bawa, yang setiap hari melintas untuk antar-jemput siswa, mengaku hasil perbaikan ini jauh dari standar yang diharapkan. "Aspalnya tipis, cepat bergelombang. Kalau hujan, licin dan berbahaya untuk kendaraan," katanya, menyoroti aspek kualitas fisik jalan.

Drainase Terabaikan Jadi Biang Kerok

Proyek peningkatan jalan Banjar Belong–Patas ini merupakan bagian dari program besar peningkatan infrastruktur jalan kabupaten. Namun, meski menelan dana hingga Rp5.478.496.000, warga menemukan fakta bahwa perbaikan tidak menyentuh seluruh sistem drainase.

Di beberapa titik, terutama di depan rumah warga, gorong-gorong dibiarkan sempit tanpa pelebaran. Akibatnya, air tidak mampu mengalir lancar dan meluap ke badan jalan hanya dengan curah hujan singkat sekitar 30 menit.

Warga berharap, meskipun proyek masih dalam masa pengerjaan, kontraktor dapat segera memperbaiki kerusakan yang ada dan yang paling utama adalah memperhatikan kualitas serta solusi permanen untuk masalah drainase agar dana miliaran rupiah yang digelontorkan tidak sia-sia.[*]

 

Editor : Hari Puspita
#drainase #proyek jalan raya #jalan rusak #gianyar