Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bridges of Light, Pancaran Lukisan Intuitif dan Wayang Kulit Susiawan di Sudakara ArtSpace, Sanur

M.Ridwan • Sabtu, 28 Desember 2024 | 11:52 WIB
DEDIKASI: Karya-karya lukisan Susiawan yang disebut aliran merdeka di galeri Sudakara ArtSpace Sanur, 27 Desember 2024 - 5 Februari 2025
DEDIKASI: Karya-karya lukisan Susiawan yang disebut aliran merdeka di galeri Sudakara ArtSpace Sanur, 27 Desember 2024 - 5 Februari 2025

SANUR, radarbali.jawapos.com  –Sebuah pameran Lukis dan Wayang karya seniman Susiawan berlangsung di Sudakara ArtSpace Sanur.

Mengusung tema, "Bridges of Light," sebuah pameran seni yang menampilkan karya-karya mendalam dan intuitif dari seniman terkemuka Susiawan.

Pameran ini merayakan lebih dari empat dekade eksplorasi kreatif, mencakup keinginan seniman dalam melukis intuitif dan permainan bayangan, Pameran ini akan dimulai 27 Desember 2024 – 5 Februari 2025.

Susiawan didampingi istrinya Susan Allen (paling kanan) yang sekaligus moderator diskusi, 27 Desember 2024
Susiawan didampingi istrinya Susan Allen (paling kanan) yang sekaligus moderator diskusi, 27 Desember 2024

Susiawan, seniman kelahiran Solo, Jawa Tengah, ini telah menghabiskan hidupnya untuk memadukan seni dengan Pendidikan.

Khususnya dalam mendorong kreativitas pada anak-anak, terutama dari latar belakang kurang mampu.

Karya-karyanya merupakan manifestasi dari misi nya yang menghubungkan seni, budaya, dan lingkungan dengan cara yang akrab.

Bertumpu pada tradisi spiritual Nusantara, terutama budaya Jawa dan Bali, "Bridges of Light" menggali pemahaman Susiawan tentang "Kanda Pat" — empat saudara spiritual yang membimbing dan melindungi kita sepanjang hidup, dari kelahiran hingga kematian.

BERKELAS: Pentas teatrikal disela pembukaan pameran seni Susiawan di Sudakara ArtSpace Sanur, 27 Desember 2024
BERKELAS: Pentas teatrikal disela pembukaan pameran seni Susiawan di Sudakara ArtSpace Sanur, 27 Desember 2024

Melalui lukisan intuitifnya, Susiawan menyalurkan energi kuat dari konsep kuno ini, menciptakan karyakarya visual yang mencerminkan kedalaman spiritual dan keterhubungan dalam perjalanan eksistensi manusia.

Pameran ini juga menyoroti keterlibatan mendalam Susiawan dengan seni tradisional wayang kulit, yang telah dikenal luas oleh masyarakat dari berbagai budaya dan benua.

Wayang kulit, sebagai bentuk seni yang memadukan cahaya dan bayangan, menyampaikan cerita-cerita yang penuh kebijaksanaan, pengajaran, dan refleksi.

Susiawan tengah mewnyaksikan pentas Wayang fdengan dalang istrinya Susan Allen
Susiawan tengah mewnyaksikan pentas Wayang fdengan dalang istrinya Susan Allen

Sebagai seni komunal, wayang kulit mengingatkan bagaimana menghadapi kesulitan, cahaya harapan selalu ada, membimbing keluar dari kegelapan menuju transformasi.

Karya Susiawan adalah perayaan atas kekuatan seni yang abadi untuk menyatukan, menyembuhkan, dan menginspirasi.

Pameran ini menjanjikan pengalaman transformatif yang mendorong dialog, kreativitas, dan refleksi, mengundang para pengunjung untuk menemukan cahaya batin mereka sendiri.

Galeri ini telah menyelenggarakan berbagai pameran, lokakarya, dan acara penting selama bertahun-tahun, memperkuat perannya sebagai pusat inovasi seni.

Sudakara ArtSpace juga sejalan dengan komitmen Sudamala Resorts terhadap pelestarian budaya, keberlanjutan, dan keterlibatan komunitas, mendukung seniman lokal serta proyek-proyek budaya.

Terletak di Sanur yang tenang, Sudakara ArtSpace mengundang pengunjung untuk merasakan langsung kehidupan seni Bali yang dinamis, baik melalui pameran, diskusi seni, maupun hanya sekadar menjelajahi galeri dan menikmatinya dengan bebas.

Saat sesi konferensi pers, Susiawan yang tengah berjuang melawan sakit yang dideritanya menyatakan bahwa karya-kraya rupa miliknya adalah cerminan kejujuran dalam perjalanan hidup.

“Sebagai seniman Susiawan berkarya berdasar kejujuran intuitif dan selalu melakukan interaksi tanpa batas,” ungkap Susan Allen, istri Susiawan yang dalam pameran ini sekaligus sebagai moderator diskusi.

Susiawan lebih suka disebut sebagai pendamping generasi ketimbang disebut sebagai guru seni guna menjaga eksistensi seniman muda.

 Baca Juga: Dari Pementasan Wayang Kulit Cerita Wayang Subak Pretiwi: Sampaikan Pesan Moral Subak Tergerus Pariwisata dan Menurunnya Minat Bertani

Ia ingin generasi penerusnya tak dibatasi ruang berkarya, sehingga ide-ide dapat tercetus dan tertuang dalam karya secara alami dan mengalir.***

Editor : M.Ridwan
#pameran lukis #wayang #Susiawan #artspace #sanur