Di tengah era digital yang serba instan, juga para pegiatnya yang tak lagi muda, Bali Blues Community Minggu sore (30/11/2025) yang lama hiatus tanpa panggung konser menggelar acara lagi. Yang melegakan, kali ini sejumlah Musisi “veteran” menyiapkan regenerasi pemusik blues.
SUASANA kafe Pika-Pika, Danau Tamblingan, Sanur, Denpasar, sore itu tampak semarak, selepas pukul 15.00 Wita.
Sosok musisi gaek seperti Gus Tilem dan gitaris veteran Harley Angels tampak begitu bersemangat untuk tampail bergantian, bersama sejumlah musisi lainnya, seperti Yande Subawa, Onnie Toelle.
Nah, kali ini yang mengejutkan adalah penampilan dari sekelompok anak muda yang menyebut diri Rusty Chain Plus. Yang cukup fasil membawakan sejumlah nomor dari Jimi Hendrix & Experience, macam Little Wing, Voodoo Child.
“Rasanya ikut merasa muda lagi, melihat anak-anak muda usia belasan tahun memainkan musik blues bersama kami. Ini seperti menyuntikkan darah segar,” ujar Manto, seusai pertunjukan Rusty Chain Plus.
Hal senada juga diungkapkan Yande dan Onnie Toelle. “Adalah hal yang melegakan, melihat remaja belia memainkan musik blues di komunitas ini,” terang Yande.
Dikatakan bahwa dengan segala kekurangan dan kelebihannya, anak-anak muda di komunitas blues ini adalah sebagai regenerasi komunitas genre musik ini.
Apakah komunitas musik blues ini akan menggelar panggung musik secara rutin seperti dulu? “Komunitas penikmat, pencinta, Musisi blues di Bali kan hanya komunitas kecil. Kami menyiapkan untuk itu. Untuk tempat sepertinya bisa pindah-pindah untuk ganti suasana kondisional,” tutur Onnie Toelle.
“Yang jelas, kami sempat vakum tanpa kegiatan, karena kami sibuk dengan urusan kerja kami sebagai musisi, beberapa tahun ini, komunitas blues, classic rock di Bali tidak akan mati,” jelasnya, optimistis. [*]
Editor : Hari Puspita