Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

“Bapak Kadek Melaib” Jadi Kata Terakhir Korban Sebelum Dibantai Suami

Didik Dwi Pratono • Senin, 21 Juni 2021 | 14:45 WIB
bapak-kadek-melaib-jadi-kata-terakhir-korban-sebelum-dibantai-suami
bapak-kadek-melaib-jadi-kata-terakhir-korban-sebelum-dibantai-suami

MENINGGALNYA Ni Luh Putu Russiani, 24, secara tragis benar-benar meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.


Wanita muda yang kesehariannya bekerja sebagai ibu rumah tangga ini tewas secara memilukan di tangan I Made Maranada, 34, suaminya.


Russiani meregang nyawa usai dibantai dengan ditikam menggunakan pisau dapur di bagian leher kiri di garasi rumah mertuanya di Banjar Sibang, Desa Jagapati, Abiansemal, Badung.


 


ANDRE SULLA, Badung


SAKSI Ni Nyoman Yeni mengaku tak punya firasat apapun dengan kepergian Korban Ni Luh Putu Russiani.


Bahkan, perempuan 65 tahun ini tak pernah mengira jika menantu perempuannya itu akan pergi selamanya dengan cara sangat tragis.


Terlebih lagi, Russiani tewas ditangan anak kandungnya I Made Maranada, 34.


Raut sedih dengan mata sembab tak bisa ditutupi dari wajah Ni Nyoman Yeni.  Wanita ini terus menangis meratapi kepergian menantunya.


Bahkan, Yeni sangat trauma dengan apa yang dilihatnya. Lagi-lagi, ia juga seperti tak menyangka jika anak laki-laki yang ia kandung dan lahirkan dari rahimnya bakal tumbuh dengan bengis menjadi anak durhaka.


Apalagi saat dirinya mengingat ketika Maranada (pelaku) menghabisi nyawa menantunya (korban Russiani) dengan cara menikam pisau dapur ke leher, lutut Yeni seperti putus. Ia seperti merasakan lemas, lunglai, dan tak bertenaga. Tulang-tulang Yeni seakan hilang dan tinggal tumpukan daging.


Kini nasi sudah jadi bubur, akibat perbuatan anak laki-lakinya, ia harus kehilangan menantu perempuan.


Yeni harus kehilangan anak menantu untuk selama-lamanya.


Yang paling menyedihkan sekaligus bikin merinding, Yeni mengaku masih terus mengiang suara teriakan korban sebelum nyawanya dihabisi Maranada.


Teriakan korban itu terdengar saat dirinya berada di kamar.


"Saat itu Saksi (Yeni) berada dalam kamar. Saat di kamar, saksi mendengar teriakan menantunya “bapak Kadek melaib (pergi),”terang Kasubag Humas Polres badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa.


Sontak mendengar teriakan korban, saksi langsung beranjak dari kamar dan lari menuju suara teriakan untuk mengecek.


Dan ternyata, teriakan itu merupakan teriakan menantunya untuk kali terakhir sebelum pergi selama-lamanya.


Karena saat keluar, tepatnya di depan pintu, Saksi Yeni sudah melihat menantunya dianiaya oleh anak kandungnya dan kemudian ditusuk pisau dapur di bagian leher kiri hingga tersungkur jatuh bersimbah darah. Amor Ring Acintya.

Editor : Didik Dwi Pratono
#suami bunuh istri #pembunuhan #pembunuh sadis #polres badung