Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ganjil! 4 Gengster Meksiko Tidak Kooperatif Saat Diusut Motif dan Asal Senpi Makarov, Ada Apa dengan Konflik antar Gengster?

Andre Sulla • Jumat, 2 Februari 2024 | 03:28 WIB

 

Barang bukti senjata api jenis pistol Makarov yang ditemukan di semak-semak dekat hotel Pal House Mengwi
Barang bukti senjata api jenis pistol Makarov yang ditemukan di semak-semak dekat hotel Pal House Mengwi

DENPASAR, radarbali.id - Kasus penembakan brutal di vila Palm House Tumbakbayuh Mengwi Badung Bali terus di dalami polisi. Terkini, empat gengter Meksiko. Kini, Sicairos Valdes Roberto, 27. Escobedo Juan Antonio, 24. Aramburo Contreras Jose Alfonso, 32, sudah lengkap diamankan. 

Dan Deraz Gonzalez Victor Eduardo, 36, telah mendekam di Rumah Tahanan Mapolres Badung. Namun kabarnya, empat Gengster ini belum kooperatif menyangkut motif dan asal-usul senpi, waluapun satu pucuk senpi Makarov telah diamankan.

"Hingga sekarang, motif penembakan tersebut Masih didalami oleh Tim gabungan," kisah sumber petugas kepolisian, Kamis (1/2/2024).

Dikatakan, selain motif, tim Mabes Polri, Polda Bali dan Polres Badung masih dalami terkait temuan Senjata Api (Senpi) jenis Baykal Makarov 800 M, ditemukan di semak-semak seputaran Vila The Palm House Tumbak Bayuh, Mengwi, Badung, Selasa lalu 30 Januari 2023.

Dikatakan, setelah Sicairos Valdes Roberto, 27, dimankan di Nganjuk, Jatim, dan telah tiba di Bali, Kamis (31/1), pemeriksaan langsung dilakukan. Namun, Roberto konco-konconya sama sekali belum begitu kooperatis.

"Kuat dugaan, Makarov yang ditemukan tak jauh dari TKP, di buang setelah melakukan penembakan. Tiga pelaku diamankan lebih awal, mengaku tidak tahu. Sedangkan Roberto kebanyakan diam ketika diinterogasi. Ya mereka belum kooperatif," timpal sumber ini.

Karena itu, tim gabungan pun enggan tergesa-gesa untuk melakukan penyidikan. Juga nantinya akan didalami terkait keterlibatan orang lokal dalam melancarkan kejahatan para gengter Meksiko ini.

Sebab, hasil pemeriksaan proyektil, selongsong, dan peluru yang ditemukan di TKP, merupakan peluru kaliber 7,65x17mm buatan PT. Pindad.

"Kami akan dalami keterlibatan orang lokal. Pagi tadi, empat pelaku jalani pemeriksaan, namun belum kooperatif, sekarang telah dijebloskan ke tahanan. Nantinya akan di bon lagi untuk raksasa," cetus sumber sembari meminta namanya dirahasiakan.

Senada disampaikan Kepala Bidang Hubungan (Kabid Humas) Polda Bali Kombespol Jansen avitus Panjaitan. Kepada Jawa Pos Radar Bali, mantan Kapolresta Denpasar menyatakan, walaupun jumlah pelaku sudah lengkap, namun pihaknya masih melakukan pengembangan.

Tentunya, sesuai Standar Operasional Prosedur. Dikatakan, pelaku dan Korban sama-sama orang asing, kita juga harus profesional dalam bekerja.

Kedatangan, Polda Bali Bali usut tuntasdari pokok permasalahan, hingga terjadi aksi pencarian, pengintaian lalu penembakan (percobaan pembunuhan) menggunakan senjata api. Karena itu, Jubir Polda Bali berharap agar memberikan waktu untuk tim gabungan melakukan lidik. Jikalau telah dinyatakan lengkap, hasilnya akan disampaikan kepada rekan-rekan media.

"Kami akan usut tuntas sampai ke akar permasalahan melibatkan geng Meksiko vs Turki," pungkas Kabid Humas Polda Bali Kombespol Jansen.***

Editor : M.Ridwan
#gengster meksiko #pistol #polda bali #Tak Kooperatif #senjata api