MANGUPURA, Radar Bali.id - Nasib apes dialami oleh seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) berinisial CG usia 43 tahun. Dia dikeroyok saat patroli dialogis di tempat hiburan malam.
Anggota TNI berpangkat serda ini babak belur dikeroyok sembilan orang pemuda asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kejadian berlangsung di Kafe Tuak Rembulan, Jalan Gunung Sanghyang, Lingkungan Jambe, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung, Sabtu (24/2/2024) sekitar pukul 01.20.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali menyebutkan bahwa peristiwa ini bermula ketika petugas Babinsa asal Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang keliling dalam melakukan patroli memantau tempat hiburan malam.
Ketika berada di depan Kafe Tuak Rembulan, ia mendapatkan informasi ada cekcok mulut antara pengunjung dengan waitress.
Anggota TNI bersama pihak kafe masuk dan berusaha melerai. Namun, gerombolan pemuda ini malah tersinggung. Lalu Serda CG ini dianiaya secara membabi buta. "Korban sama sekali tidak membalas pukulan para ABG asal Sumba. Usai melakukan pengeroyokan, gerombolan pemuda itu kompak bergegas pergi. Sementara korban melaporkan ke Polsek Kuta Utara," beber sumber petugas.
Baca Juga: Eks Pengacara Brigadir J Siap Beri Bantuan Hukum untuk Mendiang Korban Pengeroyokan Sempidi
Mendapatkan laporan Unit Reskrim Polsek Kuta Utara langsung melakukan penyelidikan. Baik memeriksa CCTV dan keterangan saksi-saksi. Termasuk Perempuan berinisial IEMP, 28, salah seorang waitress kafe yang terlibat cekcok mulut dengan para tersangka.
Kepada polisi, wanita Jember ini membenarkan telah terdapat salah paham.Para pemuda yang sudah dalam keadaan mabuk itu tiba-tiba emosi hanya karena sepele. Yakni telat tuang minum di beberapa gelas mereka.
Karena itu datanglah pihak kafe untuk melerai. Tetapi gerombolan pria itu semakin beringas. Kemudian, datang anggota TNI dan berusaha melerai kedua belah pihak namun sejumlah pelaku melawan dan berusaha memukulnya.
Lalu, beberapa petugas keamanan kafe yang melihat aksi pengeroyokan itu, berusaha melerai. Bahkan salah satu dari para pelaku melempar kursi dan untung tidak terkena anggota TNI.
Setelah itu, para pelaku langsung keluar, mengambil sepeda motor dan kabur. "Kami sudah memeriksa keterangan saksi-saksi. Akibat Kejadian tersebut korban menderita luka di bagian bibir atas, bengkak di bagian tangan," ungkap sumber petugas.
Subuh itu juga, tim dapat mengamankan empat orang pemuda asal Sumba yang melakukan pengeroyokan di mes proyek kawasan kerobokan. Sementara beberapa orang lainnya masih dikejar.
Terkait kebrutalan ini, Kepala Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Badung Iptu I Ketut Sudana membenarkan. "Benar ada peristiwa pengeroyokan terhadap anggota TNI. Beberapa pelaku sudah diamankan. Rencana, Selasa minggu depan, kami rilis," tutupnya. [*]
Editor : Hari Puspita